- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Kimia Farma Ubah Susunan Pengurus, Fokus Perkuat Tata Kelola dan Profitabilitas
Kredit Foto: Kimia Farma
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (3/6/2026). Pemegang saham menetapkan Bonanza Perwira Taihitu sebagai anggota Dewan Komisaris serta memberhentikan dengan hormat Jasmine Karsono dari jabatan Direktur Portofolio, Produk dan Layanan sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transformasi bisnis perusahaan.
Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam mengatakan perubahan susunan pengurus dilakukan untuk mendukung agenda transformasi bisnis dan memperkuat fundamental perusahaan di tengah dinamika industri farmasi.
“Para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis Perseroan. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja Perseroan secara menyeluruh,” ujar Djagad usai RUPST dan Public Expose.
Berdasarkan keputusan RUPST, susunan Dewan Komisaris Kimia Farma kini terdiri atas Stefan Looho sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Diah Kusumawardani dan Fachmi Idris sebagai Komisaris Independen, serta Suprianto, Sumarjati Arjoso, dan Bonanza Perwira Taihitu sebagai Komisaris.
Sementara susunan Direksi terdiri atas Djagad Prakasa Dwialam sebagai Direktur Utama, Willy Meridian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hadi Kardoko sebagai Direktur Produksi dan Supply Chain, Disril Revolin Putra sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, serta Hanadi Setiarto sebagai Direktur Komersial.
Perubahan pengurus tersebut berlaku efektif setelah RUPST dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain menyetujui perubahan pengurus, pemegang saham juga mengevaluasi perkembangan program transformasi dan penyehatan yang dijalankan perseroan. Sepanjang 2025, Kimia Farma mencatat penurunan rugi tahun berjalan sebesar 63,3% menjadi Rp443,3 miliar dari Rp1,2 triliun pada tahun sebelumnya.
Perusahaan juga membukukan kenaikan laba bruto menjadi Rp3,06 triliun pada 2025 dibandingkan Rp2,95 triliun pada 2024. Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh optimalisasi portofolio produk bermargin tinggi, efisiensi biaya operasional, serta pelaksanaan restrukturisasi keuangan.
Baca Juga: Tak Lagi Rugi, Kimia Farma (KAEF) Cetak Laba Bersih Rp123,6 Miliar di Q1 2026
Baca Juga: Top Gainers Pekan Ini, MORA Melonjak 59%, NIKL dan KAEF Ikut Terbang
Pada kuartal I 2026, Kimia Farma mencatat laba bersih sebesar Rp123,6 miliar atau tumbuh 197,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Djagad mengatakan perusahaan akan melanjutkan transformasi bisnis melalui enam fokus utama, yakni penguatan modal kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, dan sinergi antarentitas dalam grup Kimia Farma.
“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa langkah transformatif yang kami jalankan kini mulai membuahkan hasil. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memastikan Kimia Farma kembali menjadi kebanggaan industri kesehatan nasional,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: