Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menyiapkan landasan pertumbuhan baru melalui transformasi berkelanjutan pasca laporan keuangan konsolidasian audited 2025, yang menunjukkan perbaikan fundamental seiring restrukturisasi dan efisiensi operasional.
Perseroan mencatat tren pemulihan kinerja yang ditopang langkah strategis, mulai dari restrukturisasi keuangan, penataan organisasi, hingga digitalisasi proses bisnis sepanjang tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025.
Corporate Secretary Kimia Farma, Ida Rasita Kirin, menyatakan capaian tersebut menjadi indikator awal keberhasilan transformasi yang sedang dijalankan.
“Capaian pada tahun 2025 ini merupakan bukti komitmen Perseroan dalam melakukan transformasi menyeluruh melalui restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis,” ujarnya.
Secara kinerja, KAEF berhasil menekan rugi bersih sebesar 63,3% menjadi Rp443,36 miliar dari Rp1,21 triliun pada 2024. Rugi per saham dasar juga turun dari Rp151,31 menjadi Rp60,17.
Dari sisi operasional, beban pokok penjualan turun menjadi Rp6,16 triliun dari Rp6,99 triliun, sementara beban usaha menyusut 12,65% menjadi Rp3,31 triliun dari Rp3,79 triliun.
Efisiensi tersebut mendorong kenaikan laba bruto menjadi Rp3,06 triliun, meningkat dari Rp2,95 triliun pada tahun sebelumnya, seiring fokus pada produk dengan margin lebih tinggi.
Perseroan juga memperbaiki struktur keuangan dengan menurunkan liabilitas jangka pendek dari Rp7,91 triliun menjadi Rp7,06 triliun. Utang bank jangka pendek ditekan signifikan dari Rp3,06 triliun menjadi Rp1,09 triliun.
Sebagai bagian dari penguatan modal kerja, KAEF memperoleh pendanaan melalui pinjaman pemegang saham (shareholder loan) sebesar Rp846 miliar dari PT Danantara Asset Management yang disalurkan melalui PT Bio Farma (Persero).
Manajemen menyatakan tambahan likuiditas tersebut digunakan untuk memperkuat operasional, menjaga kesinambungan usaha, serta mendukung proses restrukturisasi yang sedang berjalan.
Baca Juga: Kimia Farma Berangkatkan 240 Pemudik, Pendaftar Mudik BUMN Tembus 4.740
Baca Juga: Mitratel Catat Laba Rp2,12 Triliun di 2025, Fiber Tumbuh 18%
Baca Juga: Triniti Land (TRIN) Balikkan Rugi Jadi Cuan Rp12,18 Miliar pada 2025
Transformasi bisnis KAEF difokuskan pada enam pilar utama, yakni penguatan modal kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), serta sinergi antar entitas dalam grup.
Selain itu, perseroan juga melakukan penajaman strategi bisnis melalui pengembangan produk bermargin tinggi serta penguatan sistem operasional dan rantai pasok berbasis digital.
“KAEF optimistis dapat terus memperkuat posisinya di industri kesehatan nasional melalui strategi bisnis yang lebih fokus, efisien, dan berkelanjutan,” kata Ida.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: