Trump Klaim Sudah Jadi Pemenang Perang, Tarif Tol di Selat Hormuz yang Berhak Ngatur adalah AS
Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa AS telah menjadi 'pemenang' perang melawan Iran dan saat ini telah menyiapkan sebuah konsep untuk memungut biaya di jalur perairan Selat Hormuz.
Wacana untuk memberlakukan tarif tol di Selat Hormuz pascaperang ini kemungkinan besar akan menuntut kendali militer AS secara langsung atas wilayah perairan itu.
Hal itu dikatakan Trump ketika ditanya oleh wartawan apakah ia akan menerima kesepakatan yang mengizinkan Iran memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi selat, dan Presiden AS itu menjawab: "Bagaimana kalau kita saja yang memungut tolnya? Saya lebih memilih begitu daripada membiarkan mereka yang mengambilnya. Kenapa tidak? Kita ini pemenangnya. Kita menang," klaim Trump.
"Satu-satunya taktik yang mereka punya hanyalah gertakan psikologis seperti, 'Oh, kami akan menebar beberapa ranjau di perairan ini.' Ya sudah, tidak masalah. Maksud saya, kami sudah punya konsep di mana kamilah yang akan menarik tarif tolnya," ujar Trump kepada para wartawan.
Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa Iran telah kalah, Al Jazeera menyebut ini adalah kebiasaan yang kerap Trump lontarkan sejak awal mula pecahnya perang.
"Hal ini ia sampaikan meskipun faktanya Iran masih terus melancarkan serangan drone dan rudal di kawasan tersebut, serta masih mempertahankan blokadenya di Selat Hormuz," kata laporan tersebut,
Sebagai informasi, Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia ini, sebagian besar wilayahnya berada di dalam perairan teritorial Oman dan Iran. Sebelum perang meletus, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia dipasok melintasi selat ini.
Komentar terbaru Trump ini muncul bersamaan dengan dikeluarkannya apa yang ia sebut sebagai ultimatum "terakhir" bagi Teheran.
Ia mendesak Iran untuk segera membuka kembali selat tersebut dan tunduk pada persyaratan Washington, atau bersiap menghadapi serangan mematikan yang menargetkan infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Trump menyatakan pada hari Senin bahwa kesepakatan apa pun yang dibuat dengan Iran wajib mencantumkan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Kita harus mencapai kesepakatan yang bisa saya terima, dan salah satu poin penting dari kesepakatan itu adalah, kita menginginkan lalu lintas minyak yang bebas hambatan," tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: