- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Indocement (INTP) Rampungkan Buyback Rp437,87 Miliar, Sisa Dana Buat Ini
Kredit Foto: Indocement
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) resmi menghentikan program pembelian kembali (buyback) saham pada 7 April 2026, setelah realisasi dinilai telah mencapai target yang ditetapkan Perseroan.
"Sehubungan dengan pelaksanaan program pembelian kembali saham Perseroan sebagaimana telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2025, Perseroan dengan ini menginformasikan bahwa Perseroan telah menghentikan pelaksanaan program buyback tersebut," kata Sekretaris Perusahaan INTP, Dani Handajani.
Ia menjelaskan, penghentian ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa realisasi buyback telah memenuhi target, sekaligus sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan pengelolaan kas secara prudent.
Sejak pelaksanaannya pada 22 Mei 2025 hingga 6 April 2026, Perseroan telah membeli kembali sebanyak 66.249.700 saham atau setara 1,88% dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dana yang telah digunakan mencapai Rp437,87 miliar dengan harga perolehan rata-rata Rp6.610 per saham.
"Sisa dana yang sebelumnya dialokasikan untuk program buyback akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dan kebijakan distribusi kepada pemegang saham, termasuk namun tidak terbatas pada rencana pembagian dividen, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Dani.
Baca Juga: Gelar Buyback Saham, Kalbe Farma (KLBF) Kucurkan Dana Rp500 Miliar
Baca Juga: Buyback Saham, United Tractors (UNTR) Anggarkan Dana Rp2 Triliun
Ia menambahkan bahwa penghentian program buyback ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
Sementara itu, saham INTP pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/4) terpantau naik 2,49% ke level Rp5.150. Namun, dalam sebulan terakhir, sahamnya merosot -11,21% dan anjlok -31,10% sepanjang tahun berjalan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: