Kaspersky Dorong Adopsi SOC, Solusi Proaktif Hadapi Ancaman Siber
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kaspersky mendorong perusahaan di Indonesia mengadopsi Security Operations Center (SOC), sebagai solusi proaktif dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan terus berkembang.
Dorongan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran industri, terhadap pentingnya sistem keamanan yang lebih terintegrasi.
Berdasarkan temuan Kaspersky, sebanyak 58% pemimpin dan pengambil keputusan TI di Indonesia percaya membangun SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.
Selain itu, 65% perusahaan mengaku berencana meningkatkan SOC dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), dengan 53% menyebut peningkatan efektivitas deteksi ancaman sebagai alasan utama.
Perkembangan ini dipicu oleh lanskap ancaman yang semakin canggih, mulai dari Advanced Persistent Threats (APT), serangan berbasis AI, hingga eksploitasi perangkat seluler.
Kondisi tersebut membuat pendekatan keamanan yang bersifat reaktif tidak lagi cukup untuk melindungi sistem organisasi.
SOC hadir sebagai unit khusus yang bertugas memantau, mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber secara berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi seperti Security Information and Event Management (SIEM) serta intelijen ancaman real-time, SOC memungkinkan perusahaan melakukan deteksi dini dan respons insiden secara lebih cepat dan efektif.
Country Manager Indonesia Kaspersky Defi Nofitra menegaskan urgensi penerapan sistem ini.
Ia mengatakan, seiring meningkatnya ancaman siber yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Indonesia, baik dari segi volume maupun kompleksitas, organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi.
"SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk memungkinkan deteksi ancaman dini, respons insiden yang cepat, dan menjaga pertahanan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam acara jumpa media di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Kaspersky Ungkap Modus Phishing Baru, Sasar Korporat Via Google Tasks
Meski demikian, implementasi SOC di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan.
Studi Kaspersky menunjukkan 47% organisasi terkendala kurangnya data pelatihan berkualitas tinggi, 37% kekurangan talenta AI yang kompeten, dan 29% belum menemukan solusi yang sesuai di pasar. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: