Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SKK Migas: Pabrik LPG 200 Ton per Hari Beroperasi April Ini

        SKK Migas: Pabrik LPG 200 Ton per Hari Beroperasi April Ini Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) secara agresif melakukan hilirisasi gas bumi, untuk memangkas ketergantungan impor LPG nasional.

        Sebagai langkah nyata, SKK Migas menjadwalkan peresmian sejumlah fasilitas produksi LPG domestik pada April ini, dengan total tambahan kapasitas mencapai 200 metrik ton per hari (MT/D).

        Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, agenda prioritas pada Bulan April ini adalah operasionalisasi LPG Plant Cilamaya yang memiliki kapasitas produksi 163 MT/D LPG, dan 1.891 barel kondensat per hari (BOPD).

        Pemerintah juga akan meresmikan LPG dan LNG Plant mini dengan kapasitas tambahan LPG 30 MT/D serta kondensat 348 BOPD.

        "Yang Bulan April itu 163 ditambah 30, kira-kira lebih kurang 200 metrik ton per hari Pak, ini April ini bisa diresmikan," ujar Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).

        Selain proyek yang siap berproduksi, SKK Migas juga mendorong pembangunan sejumlah infrastruktur LPG strategis di beberapa wilayah.

        Tahun ini, pemerintah memulai pembangunan LPG Plant Jambi Merang yang diproyeksikan memberikan tambahan pasokan masif sebesar 320 MT/D LPG dan 3.700 BOPD kondensat.

        Ekspansi hilirisasi gas juga merambah ke Sulawesi Tengah dan Jawa Timur.

        Djoko Menyebutkan, pada Mei mendatang, pihaknya bakal memulai konstruksi LPG Plant di Senoro berkapasitas 54 MT/D.

        Untuk wilayah Jawa Timur, dilakukan pembangunan pabrik tambahan dan perluasan kapasitas yang ada sebesar 50 MT/D.

        "Insyaallah ini Bapak Presiden juga berencana untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG ini,” jelasnya.

        Guna memastikan keamanan pasokan LPG nasional di masa transisi pembangunan pabrik, pemerintah terus memperkuat diplomasi energi global.

        Berikut ini daftar proyek LPG yang tengah berjalan berdasarkan paparan SKK Migas:

        1. LPG Plant Cilamaya — PT Energi Nusantara Perkasa

        Forecast Produksi: 163 MT/D (± 1.891 BOPD)
        Target Onstream: Akhir April 2026
        Progress: 92,9%
        Status:
        Testing fasilitas feed gas line, lean gas line, dan flare system selesai
        Penyelesaian instalasi area proses LPG
        Pembangunan jalur pipa produk
        Terminal unloading LPG kondensat

        2. LPG Plant Tuban — PT Sumber Aneka Gas

        Forecast Produksi: 30 MT/D (± 348 BOPD)
        Target Onstream: Akhir April 2026
        Status:
        Sedang tahap commissioning fasilitas

        3. LPG Plant Jambi Merang

        Forecast Produksi: 320 MT/D (± 3.712 BOPD)
        Target Onstream: Q2 2027
        Status:
        Penunjukan pemenang tender selesai (PT WIN)
        Proses evaluasi akuisisi kilang eksisting

        Baca Juga: Impor LPG Tembus 83%, Pemerintah 'Paksa' Kilang Swasta Prioritaskan Pasokan ke Pertamina

        4. LPG Plant Senoro

        Forecast Produksi: 54 MT/D (± 626 BOPD)
        Target Onstream: 2027
        Status:
        Pembangunan Flare Gas Recovery (onstream Q2 2026)
        Evaluasi relokasi kilang eksisting

        5. Potensi LPG Plant Jawa Timur — PT ARSynergy

        Forecast Produksi: 50 MT/D (± 580 BOPD)
        Target Onstream: 2027
        Status:
        Evaluasi skema pembangunan
        Proses komersialisasi. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: