Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SKK Migas Siapkan 'Triple 100', Jurus Kilat Amankan Produksi Migas 2026

SKK Migas Siapkan 'Triple 100', Jurus Kilat Amankan Produksi Migas 2026 Kredit Foto: SKK Migas
Warta Ekonomi, Tangerang -

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah menyiapkan langkah 'kuda' untuk membentengi produksi minyak nasional pada 2026.

Melalui program kerja yang disebut crash program, otoritas hulu migas ini memperkenalkan strategi Triple 100 sebagai mesin baru untuk mendongkrak capaian produksi di tengah minimnya privilese proyek raksasa baru di masa mendatang.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, membeberkan inisiatif ini muncul dari analisis tajam terhadap risiko penurunan produksi. Kekhawatiran Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto akan absennya proyek onstream berskala besar seperti pada 2025 menjadi pemicu lahirnya mandat agresif tersebut.

“Pada bulan Desember, pimpinan kami Pak Joko Siswanto merasa khawatir karena pada tahun 2026 kita tidak memiliki privilege seperti proyek baru,” ungkap Rikky di gelaran IPA Convex di ICE BSD Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Bedah Strategi Triple 100

Rikky menjelaskan, strategi Triple 100 tersebut mencakup tiga pilar utama tambahan di luar Program Kerja dan Anggaran (Work Program & Budget) reguler, yakni: Target 100 sumur eksplorasi. Target 100 inisiatif fracturing (fokus pada teknologi multi-stage dan multi-layer). Target 100 sumur pengembangan tambahan dari akselerasi temuan eksplorasi.

“Pimpinan kami memberikan perintah untuk menjalankan ‘Triple 100’: 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif untuk multi-stage fracturing, multi-layer fracturing, juga 100 sumur pengembangan tambahan dari temuan eksplorasi dua hingga tiga tahun mendatang,” jelas Rikky secara detail.

Dari sisi finansial, Rikky menilai program ini sangat layak secara ekonomi. Berdasarkan tren historis dua hingga tiga tahun terakhir, rata-rata penyerapan anggaran oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berada pada kisaran 85% hingga 90%.

Baca Juga: BBM dari Sampah Plastik Bakal Dijual Bebas, ESDM Sisir 12 Lokasi

Baca Juga: Berlaku 1 Juli, ESDM Klaim B50 Sudah Lulus Uji Ekstrem

SKK Migas melihat adanya celah efisiensi sebesar 10% hingga 15% yang dapat dialihkan untuk mendanai Triple 100 tanpa harus membebani anggaran baru secara signifikan.

“Jadi ada buffer (cadangan) 10–15% anggaran yang bisa kita gunakan untuk menjalankan program seperti Triple 100 ini,” terangnya.

Eksekusi Paralel dan Terobosan Diskresi

Mengingat urgensi 2026, Rikky menekankan bahwa Triple 100 merupakan crash program yang memerlukan pola kerja luar biasa. Di tengah kondisi harga minyak dunia yang sempat bergejolak di level US$117 per barel, akselerasi di lapangan menjadi krusial.

“Ini adalah crash program, sesuatu yang baru yang dimasukkan ke dalam rencana yang sudah dibuat akhir tahun lalu,” tegasnya.

Untuk menjamin kelancaran, Rikky mendorong sinkronisasi antara persiapan teknis dan proses perizinan secara paralel. Ia juga menekankan perlunya diskresi kebijakan agar kendala administratif tidak menghambat operasional lapangan yang bersifat mendesak.

“Karena ini crash program, kita butuh diskresi. Mungkin dokumen akan disetujui belakangan, akan disediakan oleh seluruh staf Ibu Mery untuk melengkapi, tapi kita perlu eksekusi sekarang demi tercapainya produksi minyak tahun 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Beda Tanggapan dengan Yusril Soal Film 'Pesta Babi', Ini Kata Mantan Menag hingga Mantan Menteri ESDM

Langkah akselerasi ini, menurut Rikky, didukung sinergi lintas kementerian di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami tidak sendirian. Kami dibantu oleh Menteri kami, Pak Wamen juga, dan kami meminta kementerian lain untuk bergabung dalam crash program ini,” tutupnya.

Dengan progres awal yang telah mengidentifikasi puluhan inisiatif baru di tiap pilar, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas energi nasional sekaligus memberikan kepastian investasi di sektor hulu migas Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra