Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank OCBC NISP Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp5,1 triliun pada 2025 atau tumbuh 4% secara tahunan (year-on-year/yoy), ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan kualitas aset yang terjaga.
Direktur Bank OCBC, Hartati, mengatakan pertumbuhan laba tersebut turut diiringi peningkatan return on equity (ROE) menjadi 12,2%.
“Dalam tahun 2025, bank kembali membuat kinerja berkelanjutan. Kalau kita lihat adalah laba bersih tumbuh 4% menjadi Rp5,1 triliun. Dengan ROE (return on equity) atau income on equity sebesar 12,2%,” kata Hartati dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik di OCBC Tower, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 2% menjadi Rp173 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 1,9%.
“Total kredit yang disalurkan tumbuh 2% menjadi Rp173 triliun. Dengan kualitas kredit yang terjaga, yang terjemahkan pada NPL ratio sebesar 1,9%. Di mana rasio ini lebih rendah dari rata-rata industri,” ujarnya.
Komposisi kredit didominasi sektor produktif sebesar 84%, terdiri dari kredit modal kerja 41% dan kredit investasi 43%, sementara kredit konsumsi berkontribusi 16%.
Bank juga memperkuat pencadangan dengan coverage ratio mencapai 226% sebagai bantalan risiko kredit.
Di sisi pendanaan, DPK tumbuh 18% menjadi Rp244 triliun, didorong oleh kenaikan giro dan tabungan (current account saving account/CASA) sebesar 24%, sehingga rasio CASA mencapai 58% pada akhir 2025.
Permodalan tetap solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,5%, memberikan ruang ekspansi ke depan.
Hartati menambahkan, pendapatan bunga bersih mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan kredit dan penurunan margin bunga bersih. Namun, pendapatan non-bunga meningkat, terutama dari penjualan surat berharga dan transaksi valuta asing.
Baca Juga: Tok! RUPST Bank Permata (BNLI) Setujui Pembagian Dividen Rp1,26 Triliun
Baca Juga: Salurkan Kredit Rp8,63 triliun, Laba Bersih Krom Bank Melesat 16% di Tahun 2025
Baca Juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,37% per Februari 2026
“Pendapatan non-bunga pada tahun 2025 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, terutama didukung oleh kenaikan dari pendapatan penjualan surat berharga dan juga pendapatan transaksi valuta asing yang dipengaruhi oleh kondisi pasar,” tuturnya.
Dari sisi efisiensi, bank mencatat perbaikan dengan rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR) sebesar 47,1%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio BOPO juga terjaga di level 69,6%, didukung pertumbuhan pendapatan non-bunga serta kenaikan biaya operasional yang terbatas sebesar 1,4%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: