- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Program MBG Bikin Petani dan Peternak Bergerak, Ini Dampaknya Menurut Menteri Pertanian
Kredit Foto: Istimewa
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diposisikan bukan hanya sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai strategi besar untuk membangun fondasi ekonomi dari tingkat desa. Pemerintah melihat program ini sebagai investasi jangka panjang yang menyasar dua sektor sekaligus, yakni kualitas sumber daya manusia dan pergerakan ekonomi lokal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai dampak program ini tidak berhenti pada pemenuhan gizi anak. Ia menyebut MBG memiliki efek berantai yang langsung dirasakan oleh pelaku usaha di sektor pangan.
"Ini (MBG) investasi untuk anak cucu kita, dan MBG ini penggerak ekonomi di desa, menggerakkan ekonomi yang hortikultura, sayur-sayuran, kemudian penjual ayam, penjual telur, ini bergerak semua dari hulu sampai hilir," ujarnya dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menjangkau anak-anak dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Fokus utamanya adalah memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh lebih sehat dan siap bersaing di masa depan.
Di sisi lain, Amran menegaskan bahwa kebijakan ini tidak memiliki muatan politik jangka pendek. Ia menyebut program ini justru tidak memberikan keuntungan elektoral karena menyasar kelompok usia yang belum memiliki hak pilih.
"Kalau secara politik itu tidak menguntungkan karena anak SD, anak TK, anak SD, SMP, SMA, dia belum pemilihan kalau kita mau pemilihan 2029, itu nggak ikut kan? Artinya ini betul-betul gagasan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk generasi muda ke depan supaya cerdas-cerdas dan seterusnya," kata Amran.
Program MBG juga diarahkan untuk menekan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Penyediaan makanan bergizi secara konsisten dinilai menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas kesehatan anak.
Lebih jauh, Amran menilai program ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi prioritas utama agar memiliki kesempatan tumbuh secara optimal.
"Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin. Aku ini lahir sudah miskin banget, miskin ekstrem. Jadi beliau itu (Presiden Prabowo) sangat peduli pada orang-orang, anak-anak kita yang kekurangan gizi stunting," ujarnya.
Namun, dampak terbesar yang mulai terlihat justru datang dari sisi ekonomi. Permintaan bahan pangan untuk mendukung program ini menciptakan pasar baru yang stabil bagi petani dan peternak.
Produksi hortikultura seperti sayur-sayuran meningkat seiring kebutuhan pasokan yang terus berjalan. Hal ini memberi kepastian pasar bagi petani di berbagai daerah.
Sektor peternakan juga mengalami dorongan serupa. Kebutuhan ayam dan telur untuk program MBG membuat aktivitas usaha di tingkat desa semakin hidup.
Baca Juga: Dugaan Menu Bermasalah di Program MBG, Dapur Langsung Diperiksa
Tidak hanya produksi, rantai distribusi hingga perdagangan ikut bergerak. Ekosistem ini membentuk siklus ekonomi yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
"Jadi orang-orang kecil bahagia. Berapa juta peternak kita? Ada 3,8 juta. Ini bergerak semua dari unggas, sapi, kambing dan seterusnya," kata Amran.
Jadi MBG tidak lagi sekadar program bantuan, melainkan instrumen pembangunan ekonomi berbasis desa. Pemerintah berharap efek berkelanjutan dari program ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: