Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Donggi-Senoro LNG Patok Target Produksi 2026 di Level 2,1 Juta Ton

        Donggi-Senoro LNG Patok Target Produksi 2026 di Level 2,1 Juta Ton Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menetapkan target produksi tahunan secara stabil di level 2,1 juta hingga 2,125 juta ton, pada tahun 2026.

        Manajemen berkomitmen menjaga reliabilitas operasional secara penuh, mengingat kilang LNG ini hanya bergantung pada satu jalur produksi (single train).

        Corporate Communication Manager DSLNG Adhika Paramanandana menjelaskan, efisiensi dan keandalan menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut.

        Dengan sistem single train, perusahaan tidak memberikan ruang bagi kesalahan teknis yang dapat menghambat aliran produksi.

        “Target produksi kami tetap satu tahun ini 2,1."

        "2,1 maksimal di 2,125 juta ton, targetnya sih begitu."

        "Jadi ini cuma ada satu proses produksi."

        "Lalu kalau satu proses produksi tantangannya apa?"

        "Artinya kami harus bekerja efisien, reliable, dan tidak boleh ada sedikitpun kesalahan. Karena satu miss, kita setop, produksi terhenti,” ujar Adhika dalam acara Halal Bihalal Media di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

        Hingga kuartal I-2026, realisasi pengiriman kargo masih berada dalam jalur yang direncanakan.

        Adhika melaporkan, untuk pasar ekspor, DSLNG telah mencatatkan pengiriman sekitar 8 hingga 12 kargo.

        “Sampai sekarang sudah delapan ya, sekitar kurang lebih 10, 12 kargo kalau enggak salah (untuk ekspor),” tambahnya.

        Jika merujuk pada performa operasional tahun sebelumnya, kilang DSLNG tercatat mampu memproduksi sekitar 40 hingga 41 kargo LNG.

        Dari total produksi tersebut, perusahaan mengalokasikan delapan kargo untuk pasar domestik melalui mekanisme kargo spot, sementara sisanya dialokasikan untuk pasar ekspor guna memenuhi kontrak jangka panjang.

        “Tahun kemarin ya, angka ini mungkin bisa salah, tapi sekitar 40-an kargo."

        "Untuk nasional kami alokasikan 8 kargo,” papar Adhika.

        Ia menjelaskan, penyaluran untuk kebutuhan nasional seperti kepada PGN dan PLN, dilakukan secara fleksibel sesuai permintaan.

        “Jadi pun request-nya juga tidak langsung delapan ya tahun ini, enggak seperti itu sih."

        "By request, by request spot kargonya, berapa yang ada, ya itu yang kita alokasikan untuk nasional, untuk domestik,” terangnya.

        Optimisme DSLNG dalam mematok target produksi ini didukung oleh kepastian pasokan gas mentah (feedstock) dari sektor hulu.

        Pasokan yang berasal dari Blok Matindok (Pertamina EP) dan Senoro Toili (JOB Pertamina-Medco Tomori) dipastikan aman dalam jangka panjang.

        “Upstream-nya sebenernya lebih tepatnya per SKK Migas, yang kami tahu itu 2042 ya yang paling panjang,” ungkap Adhika.

        Baca Juga: Presiden Korsel Minta Indonesia Jaga Stabilitas Pasokan LNG dan Batu Bara

        Selain menjaga level produksi, manajemen juga tengah mematangkan rencana pemeliharaan kilang secara menyeluruh (Turnaround/TA), yang dijadwalkan pada tahun 2028, atau setelah komitmen kontrak ekspor jangka panjang berakhir pada 2027.

        DSLNG memastikan seluruh peralatan kilang dalam kondisi prima untuk menunjang target produksi hingga waktu pemeliharaan tiba.

        Data Operasional DSLNG:

        Target Produksi: 2,1 – 2,125 Juta Ton per Tahun.

        Konfigurasi Kilang: Single Train (Satu jalur produksi).

        Realisasi Ekspor Q1-2026: 8 – 12 Kargo.

        Pasokan Hulu: Blok Matindok & Senoro Toili (Hingga 2042).

        Pemegang Saham: Pertamina, Medco, Mitsubishi, dan Kogas. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: