Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK dan BEI Gelar 'Road to Pekan Reksa Dana 2026', Bibit.id Gencarkan Program SIP

        OJK dan BEI Gelar 'Road to Pekan Reksa Dana 2026', Bibit.id Gencarkan Program SIP Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia diperkuat melalui penyelenggaraan “Road to Pekan Reksa Dana 2026” yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia serta pelaku industri pasar modal. Kegiatan ini digelar di sejumlah kota besar seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, dan Makassar.

        Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat semakin memahami instrumen investasi, khususnya reksa dana, sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan mengusung semangat edukasi dan inklusi, program ini menekankan pentingnya investasi yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan profil risiko masyarakat.

        Sejumlah kampanye seperti #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana turut dihadirkan guna menyederhanakan pemahaman publik terhadap investasi reksa dana. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk investor pemula.

        Sejalan dengan inisiatif tersebut, Bibit.id menegaskan perannya sebagai pelopor program Systematic Investment Plan (SIP) atau Nabung Rutin. Program ini mendorong masyarakat untuk berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu modal besar.

        Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor dalam mendorong literasi keuangan. Menurutnya, gerakan yang selama ini didorong Bibit kini telah menjadi agenda bersama regulator dan pelaku industri.

        “Kami senang sekali menyaksikan gerakan yang Bibit dorong sejak lama kini menjadi agenda bersama regulator dan para pelaku industri. Bersama kita perkuat industri reksa dana dan membantu masyarakat Indonesia membangun masa depan keuangan yang lebih baik,” ujarnya.

        Pekan Reksa Dana 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kampanye sesaat, tetapi juga menjadi katalis perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan. Kolaborasi antara regulator, industri, dan platform digital dinilai menjadi kunci percepatan transformasi literasi keuangan di Tanah Air.

        Dalam konteks strategi investasi, SIP merupakan kombinasi dari konsep compounding dan Dollar Cost Averaging, di mana investor menyetorkan dana secara rutin dengan nominal tetap dalam jangka waktu tertentu. Strategi ini dinilai cocok untuk mencapai berbagai tujuan keuangan, seperti membeli hunian dalam jangka panjang.

        Dede Suryanto, praktisi perencana investasi dan dosen Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa konsep menabung telah mengalami pergeseran signifikan.

        “Dulu menabung identik dengan menyimpan uang di tabungan atau deposito. Kini, menabung lebih diarahkan ke instrumen investasi yang relatif aman dan memberikan imbal hasil lebih baik, seperti reksa dana,” ujarnya.

        Ia menekankan bahwa disiplin berinvestasi dan pemilihan instrumen yang tepat menjadi kunci dalam mencapai tujuan keuangan. Menurutnya, SIP pada dasarnya adalah komitmen menyisihkan dana secara rutin sekaligus menahan godaan untuk mencairkan investasi sebelum target tercapai.

        Dede juga mengingatkan pentingnya diversifikasi untuk mengurangi risiko investasi. “SIP merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan cocok untuk jangka panjang,” tambahnya.

        Secara global, strategi SIP telah menunjukkan keberhasilan, salah satunya di India melalui kampanye “Mutual Fund Sahi Hai” yang digagas Association of Mutual Funds in India sejak 2017. Kampanye tersebut berhasil mendorong pertumbuhan signifikan industri reksa dana di negara tersebut.

        Baca Juga: Turut Dongkrak Jumlah Investor, Bibit.id Jadi Fintech Distribusi SBN dan SBSN Terbaik dari Kementerian Keuangan

        Optimisme serupa juga terlihat di Indonesia. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, jumlah investor reksa dana meningkat pesat dari 9,6 juta pada akhir 2022 menjadi 19,84 juta per Januari 2026.

        Dengan tren positif ini, kolaborasi berkelanjutan antara regulator, industri, dan platform digital diharapkan mampu mempercepat peningkatan literasi keuangan sekaligus memperluas akses investasi bagi masyarakat Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: