Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Emiten Happy Hapsoro (SINI) Derita Rugi Rp43,08 Miliar pada 2025

        Emiten Happy Hapsoro (SINI) Derita Rugi Rp43,08 Miliar pada 2025 Kredit Foto: PT Singaraja Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Singaraja Putra Tbk (SINI) masih mencatatkan kinerja negatif sepanjang 2025 dengan membukukan rugi bersih Rp43,08 miliar. Angka ini membengkak 39,17% dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp30,96 miliar. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar turut meningkat menjadi Rp89,58 dari sebelumnya Rp64,37.

        Dari sisi top line, emiten Happy Hapsoro ini sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp534,02 miliar, naik dari Rp435,14 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan kayu Rp378,4 miliar, batu bara Rp155,28 miliar, serta pendapatan sewa Rp335,48 juta.

        Secara geografis, kontribusi terbesar datang dari pasar luar negeri sebesar Rp442,56 miliar, sementara pasar domestik menyumbang Rp91,45 miliar.

        Namun, peningkatan pendapatan turut diikuti lonjakan beban. Beban pokok pendapatan naik signifikan menjadi Rp435,91 miliar dari Rp344,97 miliar, sehingga laba kotor tercatat Rp98,10 miliar, naik tipis dari Rp90,17 miliar.

        Di sisi lain, beban usaha melonjak menjadi Rp89,45 miliar dari Rp68,78 miliar. Perseroan juga tidak lagi mencatatkan laba pelepasan aset seperti tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,61 miliar. Laba penjualan aset tetap pun turun menjadi Rp29,72 juta dari Rp53,42 juta.

        Tekanan juga datang dari beban keuangan yang relatif tinggi sebesar Rp50,66 miliar. Selain itu, rugi selisih kurs meningkat menjadi Rp1,86 miliar dari Rp271,67 juta, serta beban pajak yang naik menjadi Rp1,86 miliar dari Rp145,88 juta.

        Baca Juga: Happy Hapsoro Exit dari Minna Padi Sekuritas (PADI) Usai Buang 650 Juta Saham

        Baca Juga: Emiten Hapsoro (RAJA) Kantongi Laba USD27,24 Juta di 2025, Naik Minimalis

        Baca Juga: Pendapatan Susut, tapi Laba Emiten Hapsoro (RATU) Naik 10,05% pada 2025

        Meski terdapat beberapa pos positif seperti penghasilan keuangan yang meningkat menjadi Rp2,63 miliar dan pemulihan imbalan kerja Rp1,15 miliar, hal tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan biaya secara keseluruhan.

        Dari sisi neraca, total aset Perseroan melonjak menjadi Rp1,56 triliun dari Rp806,89 miliar. Namun, liabilitas juga meningkat signifikan menjadi Rp2,25 triliun dari Rp1,45 triliun. Kondisi ini membuat Perseroan masih mencatatkan defisiensi modal sebesar Rp687,41 miliar, memburuk dari posisi sebelumnya Rp646,05 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: