Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        156 Ribu Kasus Kanker di Jabar, Primaya Rajawali Hospital Tawarkan Layanan Teknologi Modern di Bandung

        156 Ribu Kasus Kanker di Jabar, Primaya Rajawali Hospital Tawarkan Layanan Teknologi Modern di Bandung Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Kota Bandung kembali memperkuat ekosistem layanan kesehatannya dengan hadirnya fasilitas medis modern berbasis layanan unggulan. Primaya Rajawali Hospital resmi dibuka oleh Primaya Hospital Group sebagai transformasi dari RS Rajawali, menghadirkan sistem pelayanan terintegrasi berbasis Center of Excellence yang lebih komprehensif dan terukur.

        Transformasi ini menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Bandung, khususnya untuk penyakit tidak menular seperti kanker dan jantung. 

        Berdasarkan data surveilans kesehatan, Jawa Barat mencatat kasus kanker tertinggi di Indonesia dengan 156.977 kasus, sementara prevalensi penyakit jantung menempati posisi keempat tertinggi secara nasional.

        Menjawab tantangan tersebut, Primaya Rajawali Hospital menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti Oncology Center, Mother & Child Center, serta Trauma Center. Ke depan, rumah sakit ini juga akan mengembangkan layanan Heart & Vascular Center, Brain & Neuro Center, hingga Urology & Nephrology Center untuk memberikan penanganan multidisiplin yang lebih optimal.

        Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut positif kehadiran rumah sakit ini. Ia menilai fasilitas kesehatan berbasis teknologi dan layanan terintegrasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat.

        Mengusung tema “Commitment to Excellence, Compassion in Care”, Primaya Rajawali Hospital mengedepankan keseimbangan antara keunggulan klinis dan pendekatan empati dalam pelayanan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan sistem, teknologi, serta standar operasional yang berfokus pada patient-centered care.

        CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan peningkatan menyeluruh dalam kualitas layanan. Menurutnya, pengembangan rumah sakit berbasis layanan unggulan menjadi bagian dari strategi memperluas akses kesehatan berkualitas di Jawa Barat.

        Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik dengan kapasitas 102 tempat tidur. Layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU turut tersedia, didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis. 

        "Teknologi medis modern seperti endoskopi juga dihadirkan untuk menunjang diagnosis yang lebih akurat, termasuk pengembangan bedah minimal invasif,"kata Leona, Rabu (15/4/2026).

        Adapun, Direktur rumah sakit, Budiyanto menjelaskan bahwa transformasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk digitalisasi layanan melalui Electronic Medical Record dan penerapan clinical pathway berbasis evidence. Selain itu, kehadiran Primaya App dan sistem rujukan internal memungkinkan pasien mendapatkan second opinion dengan lebih mudah tanpa harus berpindah fasilitas.

        Baca Juga: Bangga Miliki UTB, Wali Kota Bandung Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Kompetisi Global Lewat Kolaborasi

        Tidak hanya fokus pada layanan kuratif, Primaya Rajawali Hospital juga mengedepankan pendekatan promotif dan preventif melalui program edukasi kesehatan rutin setiap minggu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan kesehatan jangka panjang.

        Sebagai bagian dari pembukaan, rumah sakit ini menawarkan berbagai promo menarik, termasuk diskon 50% untuk konsultasi dokter spesialis serta paket skrining kesehatan seharga Rp299.000 hingga 30 Juni 2026. 

        "Paket tersebut mencakup skrining kanker dan jantung dengan berbagai pemeriksaan penunjang," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: