Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bang Jago Berulah Usai Pesta Juara Persib, Mobil Pelat B Jadi Incaran Aksi Palak

Bang Jago Berulah Usai Pesta Juara Persib, Mobil Pelat B Jadi Incaran Aksi Palak Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Euforia perayaan gelar juara Persib Bandung ternyata menyisakan cerita yang jauh dari semangat sportivitas. Sebuah aksi premanisme yang terjadi di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, Jawa Barat, mendadak menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar luas, seorang pria tanpa baju yang mengalungkan syal di leher tampak menghentikan pengendara mobil berpelat nomor B. Pria yang mengaku bernama Demon itu kemudian menginterogasi korban, menanyakan asal daerahnya, hingga meminta sejumlah uang dengan nada mengancam.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (23/5) lalu, tidak lama setelah Persib Bandung merayakan keberhasilan menjuarai Super League 2025/2026. Pelaku diduga merupakan oknum suporter yang ikut merayakan kemenangan tim kebanggaannya.

Usai mengetahui korban berasal dari luar daerah, pelaku meminta uang dengan alasan agar perjalanan korban tetap aman. Ia bahkan mengancam akan merusak kendaraan apabila permintaannya tidak dipenuhi.

"Tambahin, tambahin, tambahin, mau hancur di depan udah koordinasi sama Demon. Terserah berapa aja mau Rp50 ribu mau berapa terserah," kata pelaku dalam video yang viral.

Aksi tersebut langsung memicu kemarahan warganet. Banyak yang menilai tindakan pelaku telah mencoreng suasana perayaan juara yang seharusnya berlangsung tertib dan aman.

Baca Juga: Farhan Bongkar Arahan Langsung Prabowo soal Bandara Husein, Bandung Bisa Ramai Lagi

Menanggapi kasus itu, Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson memastikan pelaku telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengungkap dugaan penyebab pelaku nekat melakukan pemalakan terhadap pengendara yang melintas di lokasi.

"Jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ujar Riki.

Polisi kini masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam aksi pemalakan yang sempat membuat resah masyarakat dan viral di media sosial tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri