Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perkuat Industri Gula Nasional, SGN Buka Dialog Terbuka dengan Mitra Kerja

        Perkuat Industri Gula Nasional, SGN Buka Dialog Terbuka dengan Mitra Kerja Kredit Foto: SGN
        Warta Ekonomi, Probolinggo -

        PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) terus memperkuat kemitraan dengan petani tebu dan para pemangku kepentingan di sektor hulu industri gula. Langkah konkret tersebut diwujudkan dengan membuka ruang dialog secara luas, guna menciptakan kebersamaan yang solid serta mengakui peran strategis petani dalam menopang keberlanjutan industri gula nasional.

        Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyatakan bahwa dialog terbuka ini bertujuan untuk memperkuat jalinan komunikasi, membangun kepercayaan, sekaligus mengevaluasi perjalanan kemitraan yang telah terjalin selama ini.

        "Keberhasilan industri gula tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para petani tebu sebagai mitra utama perusahaan. Hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling memahami menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan ke depan," ujar Mahmudi dalam acara Halal Bihalal bersama petani tebu rakyat dan sejumlah pejabat di PG Wonolangan, Kabupaten Probolinggo, kemarin.

        Dalam momentum Halal Bihalal tersebut, Mahmudi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan.

        "Ini adalah momentum saling memaafkan. Saya mohon maaf kepada bapak, ibu, mitra semuanya, stakeholder semuanya. Saya kira masih banyak ketidakcepatan kami dalam memfasilitasi, serta keterbatasan kami dalam menjawab keinginan-keinginan dari mitra dan stakeholder," tuturnya.

        Mahmudi menegaskan komitmen manajemen untuk terus berbenah. Menurutnya, berbagai catatan dan masukan dari petani akan dijadikan bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat respons, serta menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.

        Lebih dari itu, acara Halal Bihalal ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi menjelang musim giling mendatang. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari peningkatan produktivitas tebu, efisiensi operasional, hingga penguatan dukungan terhadap petani. Semua isu tersebut membutuhkan sinergi berkelanjutan.

        Menjawab tantangan industri yang semakin kompleks, Mahmudi menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi energi kolektif untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan petani. Kolaborasi itu tidak hanya terbatas pada aspek produksi, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian integral dari ekosistem industri gula nasional.

        Baca Juga: Kebocoran Gula Rafinasi Dinilai Jadi Penyebab Kerugian Industri Gula Nasional

        Acara Halal Bihalal PT SGN tersebut langsung dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina APTRI, Arum Sabil; Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikun; serta Ketua DPD APTRI Jawa Timur, Sunardi Edi Sukamto. Kehadiran para tokoh tersebut bersama puluhan mitra petani tebu yang tergabung dalam APTRI dari 33 pabrik gula di bawah naungan PT SGN menandakan kuatnya dukungan terhadap program sinergi ini.

        Melalui serangkaian kegiatan ini, PT SGN kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan petani tebu rakyat. Sinergi yang terjalin diyakini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri gula, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis gula di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Mochamad Ali Topan
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: