Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gatot Nurmantyo Soroti Ada Personel Naik Pangkat Instan di TNI: Tentara Tak Boleh Seperti...

Gatot Nurmantyo Soroti Ada Personel Naik Pangkat Instan di TNI: Tentara Tak Boleh Seperti... Kredit Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyoroti persoalan meritokrasi di tubuh militer. Ia mengingatkan adanya fenomena personel yang disebut bisa memperoleh kenaikan pangkat atau jabatan secara cepat karena memiliki koneksi dengan orang berpengaruh.

Menurut Gatot, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Bagi institusi militer, meritokrasi menjadi salah satu fondasi penting karena berkaitan langsung dengan profesionalisme dan netralitas prajurit.

Baca Juga: Di Balik Kemesraan Prabowo, Jokowi dan Gibran, Perbedaan Warna Politik Disinggung PAN

"Kalau militer sudah tidak meritokrasi, maka jangan berharap dia bisa netral," kata Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab, dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurut Gatot, masih terdapat personel militer yang memperoleh kenaikan pangkat secara instan karena mempunyai hubungan dengan pihak yang berpengaruh, baik di internal tentara maupun pemerintahan.

Ia menilai pola semacam itu berbahaya karena dapat mengubah orientasi prajurit. Alih-alih berlomba menunjukkan kemampuan dan pengabdian, personel justru berpotensi berlomba mencari koneksi.

Jika dibiarkan, Gatot khawatir kondisi tersebut dapat menggerus integritas institusi. Menurut dia, seorang prajurit seharusnya tidak menjadikan jabatan dan pangkat sebagai tujuan dengan cara membangun kedekatan dengan pihak tertentu.

"Tentara itu tidak boleh seperti itu. Dia (seharusnya) hanya bekerja yang terbaik untuk negeri ini," jelas Gatot.

Baca Juga: Panas Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi Jilid 4: Kesaksian Ahli Roy Suryo Terus-terusan Disela Jaksa

Bagi Gatot, persoalan meritokrasi tidak hanya berhubungan dengan sistem promosi. Ia mengaitkannya dengan prinsip netralitas tentara sebagai institusi pertahanan negara, khususnya di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar