VIVA Apotek Akuisisi Farmaku, Ekspansi Jaringan Kini Jadi 125 Gerai di 44 Kota
Kredit Foto: Istimewa
PT Sumber Hidup Sehat atau yang dikenal dengan brand VIVA Apotek, mengumumkan akuisisi 100% saham jaringan apotek Farmaku sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi perusahaan di industri ritel farmasi nasional.
Akuisisi Farmaku oleh VIVA Apotek telah resmi diselesaikan dan ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat kesepakatan antara kedua perusahaan pada 10 April 2026 berlokasi di Kantor Pusat VIVA Apotek di Jakarta.
Farmaku saat ini mengoperasikan 10 gerai apotek dengan penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar. Akuisisi ini diharapkan dapat memperluas jaringan VIVA Apotek sekaligus meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan sistem pengadaan.
Direktur Utama VIVA Apotek Haryanto Winata mengatakan langkah akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat skala bisnis dan meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan industri kesehatan nasional.
“Akuisisi Farmaku menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan VIVA Apotek serta mendorong efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan teknologi. Kami melihat potensi sinergi yang kuat untuk mempercepat ekspansi dan memperluas akses layanan farmasi modern bagi masyarakat,” ujar Haryanto Winata.
Selain memperluas jaringan, akuisisi ini juga ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar pada segmen middle-up yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi di sektor ritel kesehatan.
Melalui integrasi kedua entitas, VIVA Apotek menargetkan berbagai potensi sinergi strategis, termasuk percepatan ekspansi jaringan, optimalisasi sistem distribusi, peningkatan peluang cross-selling produk kesehatan, serta efisiensi operasional melalui skala ekonomi.
Direktur Utama Farmaku Iswandi Simardjo menilai bergabungnya Farmaku dengan VIVA Apotek akan membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih besar bagi perusahaan.
"Menjadi bagian dari VIVA Apotek merupakan tonggak pencapaian yang strategis bagi Farmaku. Kami percaya perpaduan antara inovasi teknologi dan layanan digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan lebih mudah diakses oleh masyarakat," kata Iswandi.
Aksi korporasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi di industri ritel kesehatan. Penyatuan kekuatan ini menjadi wujud nyata dari upaya VIVA Apotek dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional, mulai dari pengelolaan rantai pasok, efisiensi operasional, serta pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi.
Hingga akhir 2025, VIVA Apotek telah mengoperasikan 115 gerai di 44 kota dan kabupaten di Indonesia. Lewat kehadiran Farmaku, perusahaan diharapkan mampu mengakselerasi penguatan infrastruktur jaringan, sekaligus mendongkrak penetrasi pasar secara masif di berbagai titik strategis nasional. Dengan bergabungnya Farmaku, VIVA Apotek kini mengoperasikan total 125 gerai di 44 kota dan kabupaten di Indonesia.
Baca Juga: Gandeng Highway Hub, Viva Apotek Ekspansi ke India Bidik 500 Gerai di Jalan Tol India
Ke depan, VIVA Apotek juga terus memperkuat strategi omnichannel melalui integrasi toko fisik dengan platform digital, termasuk layanan WhatsApp Commerce Apotek yang menghubungkan pelanggan dengan jaringan apotek secara real-time.
Komitmen VIVA Apotek dalam menghadirkan layanan terdepan juga tecermin dari rekam jejak perusahaan sepanjang tahun 2025. Selain meraih penghargaan nasional seperti Brand Indonesia Excellence dari Infobrand.id dan Best CSR Awards dari The Iconomics, VIVA Apotek turut mengantongi apresiasi dari mitra strategis terkemuka termasuk Shopee, Lazada, dan Halodoc atas konsistensi implementasi kolaborasi omnichannel.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: