Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gianni Infantino Mulai Ditinggalkan? Wales Resmi Tolak Dukung Presiden FIFA untuk Periode Baru

Gianni Infantino Mulai Ditinggalkan? Wales Resmi Tolak Dukung Presiden FIFA untuk Periode Baru Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Sepakbola Wales (FAW) resmi mengambil sikap tegas terhadap masa depan kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA. Federasi tersebut memastikan tidak akan memberikan dukungan kepada Infantino apabila kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027-2031.

Keputusan itu menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap tata kelola FIFA. FAW menilai kepemimpinan Infantino selama hampir satu dekade telah memperlihatkan berbagai persoalan mendasar yang membuat kepercayaan mereka hilang.

Dalam pernyataan resminya, FAW menyebut penilaian tersebut bukan hanya dipicu satu kebijakan tertentu. Mereka menyoroti berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, proses pengambilan keputusan, kualitas kepemimpinan, hingga komunikasi kepada para pemangku kepentingan.

Federasi sepak bola Wales menilai kepentingan sepak bola dunia tidak lagi menjadi prioritas utama dalam sejumlah keputusan penting yang diambil FIFA selama beberapa tahun terakhir.

"Kegagalan baru-baru ini dalam tata kelola, proses, kepemimpinan, nilai-nilai, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang baik telah membawa kami pada posisi bahwa Infantino telah kehilangan kepercayaan FAW untuk tetap memimpin sepak bola dunia," bunyi pernyataan resmi FAW.

FAW juga menegaskan bahwa kegagalan mengutamakan kepentingan sepak bola menjadi alasan utama mereka menarik dukungan terhadap Infantino.

"Kegagalan untuk mengutamakan kepentingan terbaik sepak bola adalah kegagalan yang tidak dapat kita terima. Asosiasi Sepakbola Wales telah mengirim surat kepada FIFA untuk memberitahukan posisinya," lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: FIFA Batal 'Obral' Saham Sepak Bola, UEFA dan AFC Beri Respons

Gelombang kritik terhadap FIFA memang menguat dalam beberapa hari terakhir setelah muncul wacana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan baru yang dirancang mengelola turnamen-turnamen besar FIFA dengan melibatkan investor eksternal.

Rencana tersebut bahkan sempat membuka peluang penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor. Gagasan itu memicu penolakan dari berbagai pihak sebelum akhirnya dibatalkan oleh FIFA.

Meski proyek tersebut tidak dilanjutkan, kontroversi itu dinilai memperkuat keraguan terhadap arah kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya.

Infantino dijadwalkan kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA yang berlangsung pada Maret 2027. Namun, keputusan Wales menjadi sinyal bahwa dukungan dari kawasan Eropa mulai mengalami pergeseran.

Meski demikian, posisi Infantino masih dinilai cukup kuat. Ia disebut masih memperoleh dukungan luas dari sejumlah konfederasi lain, termasuk banyak anggota di Afrika, Amerika Selatan, serta sebagian negara di kawasan Asia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama