Kredit Foto: Istimewa
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan sejumlah capaian indikator makro ekonomi ibu kota sepanjang 2025. Salah satu yang menonjol adalah pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional.
Selain itu, tingkat inflasi daerah berhasil dijaga dalam batas aman. Iklim investasi juga menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai sekitar Rp270 triliun, yang berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan.
“Dua hal inilah yang kemudian dalam perencanaan di Musrenbang ini menjadi atensi kita supaya dijaga bersama-sama; pertumbuhan ekonominya harus terjaga, inflasinya harus terjaga,” ujar Pramono dalam paparan Musrenbang 2027.
Di tengah capaian tersebut, Pramono mengakui masih adanya tantangan terkait ketimpangan pendapatan (gini ratio) yang berada di kisaran 0,41.
Untuk itu, ia menegaskan agar program bantuan sosial di sektor pendidikan dan kesehatan tetap dipertahankan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta program pemutihan ijazah.
“Juga hal berkaitan dengan insentif ataupun bansos kita di kesehatan. Saya minta yang ini tidak diganggu, tidak diubah. Karena ini untuk memotong garis ketidakberuntungan atau kemiskinan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memaparkan perkembangan Jakarta sebagai kota global. Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dunia untuk kualitas infrastruktur transportasi, serta menjadi kota teraman kedua di kawasan ASEAN setelah Singapura.
Struktur ekonomi Jakarta juga kini mulai bergeser menjadi destinasi wisata belanja. Hal ini terlihat dari tingginya transaksi ekonomi saat momen libur besar, yakni Rp15,25 triliun saat Natal dan mencapai Rp67,52 triliun pada periode Ramadan dan Idulfitri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat