- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
EMAS Temukan Potensi Mineralisasi Baru di Kolokoa, Berpeluang Perpanjang Umur Tambang Pani
Kredit Foto: Ist
PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) melaporkan hasil pengeboran awal yang positif di prospek Kolokoa, Gorontalo.
Temuan ini mengonfirmasi keberadaan sistem mineralisasi emas yang terbilang signifikan, yang berpotensi besar meningkatkan sumber daya perusahaan sekaligus memperpanjang umur proyek Tambang Emas Pani.
Terletak hanya sekitar 500 meter dari deposit utama Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, prospek Kolokoa digadang-gadang menjadi sumber daya satelit yang strategis. Kedekatan jarak ini memungkinkan efisiensi operasional yang tinggi.
Nantinya, Kolokoa dapat langsung memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, serta mengoptimalkan jalur pengangkutan material (haulage) dan pengendalian kadar bijih (grade control) di antara kedua deposit.
Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, pengeboran awal EMAS berhasil mengidentifikasi zona mineralisasi emas yang luas, termasuk temuan dekat permukaan dengan kadar mencapai 1,57 g/t emas.
Dari 30 lubang bor yang telah diselesaikan, manajemen memproyeksikan Target Eksplorasi (Exploration Target) di Kolokoa berkisar antara 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas. Secara indikatif, proyeksi ini setara dengan potensi tambahan sekitar 200 ribu hingga 600 ribu ons emas.
Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat estimasi konseptual awal. Sesuai dengan standar JORC (2012) dan KCMI (2017), aktivitas eksplorasi lanjutan masih diperlukan sebelum temuan ini dapat diklasifikasikan secara resmi sebagai sumber daya mineral maupun cadangan.
Kesesuaian Pengolahan dan Rencana Lanjutan
Kabar baik lainnya datang dari hasil uji metalurgi awal. Melalui metode bottle-roll, material dari Kolokoa menunjukkan tingkat perolehan (recovery) emas yang tergolong tinggi, yakni 87–94% untuk material oksida dan 81–92% untuk material transisi. Angka ini membuktikan bahwa karakteristik batuan di Kolokoa sangat sesuai dengan fasilitas operasi Tambang Emas Pani saat ini.
Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut penemuan ini sebagai tonggak penting bagi ekspansi perusahaan di Gorontalo.
"Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatannya dengan deposit utama, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," ungkap Boyke.
Ia menambahkan bahwa perseroan akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah guna meningkatkan tingkat keyakinan terhadap potensi di proyek ini. Sebagai langkah tindak lanjut, EMAS berencana merampungkan total 82 lubang bor sepanjang tahun 2026.
Fokus perusahaan ke depan akan mencakup pengujian batas area mineralisasi untuk mendukung estimasi sumber daya di masa mendatang, pengujian metalurgi lanjutan, serta evaluasi menyeluruh untuk mengintegrasikan Kolokoa ke dalam rencana induk pengembangan Tambang Emas Pani.
Sebagai informasi, Tambang Emas Pani baru saja memulai tahapan produksi pada Februari 2026 lalu, dengan target produksi tahun ini dipatok di angka 100.000 hingga 115.000 ons emas.
Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, dengan target puncak produksi mampu melampaui 500.000 ons per tahun setelah fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach beroperasi penuh.
Adanya potensi tambahan dari Kolokoa ini diyakini akan semakin memperkuat fundamental EMAS, melengkapi portofolio Cadangan Bijih perusahaan yang saat ini berada di level 5,2 juta ons dari total Sumber Daya Mineral sebesar 7,0 juta ons emas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat