Penyaluran KUR Tumbuh 0,21% dan NPL Capai 4,55%, Pemerintah Klaim Kredit Tetap Terjaga
Kredit Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyoroti kinerja intermediasi perbankan nasional yang tetap solid di tengah dinamika global. Hingga 31 Maret 2026, pertumbuhan kredit tercatat mencapai 10,42% secara tahunan (year on year/yoy).
Pemerintah juga mengklaim keberhasilan dalam menjaga aliran pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kebijakan yang adaptif, terutama lewat penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa hingga triwulan I 2026, penyaluran KUR masih menunjukkan kinerja stabil. Pertumbuhan KUR tercatat sebesar 0,21% (yoy) dengan baki debet mencapai Rp522 triliun.
“Stabilitas ini menegaskan peran KUR sebagai jangkar pembiayaan UMKM di tengah dinamika ekonomi,” kata Haryo dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Senin (20/4/2026).
Selain KUR, program Kredit Program Perumahan (KPP) yang mulai diimplementasikan sejak Oktober 2025 juga mencatat perkembangan positif. Hingga akhir Maret 2026, baki debet KPP telah mencapai Rp15,76 triliun.
Secara keseluruhan, kredit program pemerintah yang terdiri dari KUR, KPP, Kredit Usaha Alsintan, dan Kredit Industri Padat Karya tumbuh sebesar 3,23% (yoy), menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembiayaan sektor riil.
Kendati demikian, pemerintah mencermati adanya peningkatan risiko pada segmen UMKM. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM tercatat sebesar 4,55% pada Maret 2026.
Namun, kualitas pembiayaan KUR tetap terjaga dengan baik, tercermin dari tingkat NPL KUR yang relatif rendah sebesar 2,16% pada Januari 2026.
“Hal ini menunjukkan bahwa desain kebijakan KUR yang didukung oleh sistem penjaminan/pertanggungan yang kuat mampu menjaga keseimbangan antara perluasan akses pembiayaan dan pengelolaan risiko secara prudent,” tambahnya.
Pemerintah menilai skema penjaminan dan pertanggungan menjadi solusi penting dalam pembiayaan UMKM, yang telah diimplementasikan dalam program KUR dan KPP.
Baca Juga: OJK Warning! NPL KUR Naik, Klaim Penjaminan Terancam Meledak
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp7,35 Triliun ke 59 Ribu UMKM
Baca Juga: Askrindo Jamin KUR Rp114 Triliun, Serap 3,7 Juta Tenaga Kerja
Kinerja penjaminan dalam program KUR juga dinilai solid dan berkelanjutan. Cakupan penjaminan mencapai 70% dari total portofolio KUR, dengan berbagai indikator risiko yang tetap terkendali.
Rasio klaim tercatat sebesar 62,8%, non-performing guarantee (NPG) sebesar 2,8%, serta recovery rate mencapai 27,8%.
“Skema penjaminan/pertanggungan yang kuat terbukti mampu menjaga kualitas kredit sekaligus mendorong ekspansi pembiayaan UMKM secara berkelanjutan,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri