Pasar EV Tembus 21,7 Persen, Kemenperin Targetkan Produksi Mobil Listrik Nasional pada 2028
Kredit Foto: Kemenperin
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan produksi massal mobil listrik nasional dapat terealisasi pada 2028, seiring pesatnya pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Hingga 2025, pangsa pasar electric vehicle (EV) tercatat telah mencapai 21,71 persen.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun industri kendaraan listrik secara menyeluruh. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjadikan instansi pemerintah sebagai pengguna awal (early adopter).
“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi energi dari bahan bakar fosil,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (22/4).
Berdasarkan data Kemenperin, adopsi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tumbuh signifikan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) di atas 140 persen dalam lima tahun terakhir.
Dari total pangsa pasar 21,71 persen pada 2025, jenis Battery Electric Vehicle (BEV) mendominasi dengan kontribusi 12,93 persen. Disusul Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.
Dari sisi produksi, kendaraan listrik menyumbang 11,1 persen terhadap total output industri otomotif nasional.
Tren pertumbuhan ini diproyeksikan berlanjut pada 2026 seiring masuknya sejumlah produsen baru yang memanfaatkan kebijakan insentif impor kendaraan utuh (completely built up/CBU).
Agus menambahkan, daya saing utama Indonesia terletak pada rantai pasok industri yang telah terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ekosistem tersebut mencakup fasilitas pemurnian (refinery), produksi sel baterai, hingga proses daur ulang (recycling).
Keunggulan ini telah menarik minat sejumlah pemain global untuk berinvestasi di Indonesia, di antaranya Hyundai Motor Company, SAIC-GM-Wuling, serta Industri Baterai Indonesia.
Dengan fondasi tersebut, pemerintah kini tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan khusus guna merealisasikan target produksi mobil listrik nasional dalam tiga tahun ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: