Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cuaca Panas Ancam Jamaah Haji, Hampir 6.000 WNI Sudah Tiba di Madinah

        Cuaca Panas Ancam Jamaah Haji, Hampir 6.000 WNI Sudah Tiba di Madinah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kondisi cuaca panas di Tanah Suci mulai menjadi perhatian serius bagi jamaah haji Indonesia yang baru tiba. Pemerintah mengingatkan agar aktivitas di luar ruangan dibatasi demi mencegah risiko kesehatan sejak awal ibadah.

        Imbauan ini muncul karena rangkaian ibadah haji masih panjang dan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Jamaah diminta tidak memaksakan diri agar tetap bugar hingga puncak ibadah pada Mei mendatang.

        Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary menekankan pentingnya menjaga stamina.

        “Jamaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

        Ia mengingatkan bahwa sebagian besar jamaah Indonesia merupakan kelompok lanjut usia yang lebih rentan terhadap kelelahan. Karena itu, aktivitas ibadah harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

        Selain faktor usia, perubahan cuaca di Madinah juga menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Paparan panas ekstrem berpotensi memicu dehidrasi hingga gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.

        Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman mengimbau jamaah untuk menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas.

        “Jamaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman,” katanya.

        Ia juga menyarankan jamaah untuk rutin minum air guna menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, penggunaan tabir surya dan pelembap bibir dinilai penting untuk melindungi dari cuaca panas.

        Baca Juga: KPK Selidiki Aliran Uang Percepatan Haji dalam Pemeriksaan Khalid Basalamah

        Di tengah imbauan tersebut, jumlah jamaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi terus bertambah. Gelombang pertama kedatangan mencatat hampir 6.000 orang telah mendarat di Madinah.

        Berdasarkan data, sebanyak 5.997 jamaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang tiba secara bertahap hingga 22 April 2026 malam waktu setempat. Mereka berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.

        Langkah pencegahan sejak dini diharapkan dapat memastikan seluruh jamaah menjalani ibadah haji dengan aman dan lancar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: