Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Inggris Kutuk Serangan ke Trump: Alarm untuk Demokrasi

        Inggris Kutuk Serangan ke Trump: Alarm untuk Demokrasi Kredit Foto: White House
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aksi kekerasan bersenjata di acara bergengsi pers Amerika Serikat memicu kekhawatiran global terhadap keamanan institusi demokrasi. Insiden ini menegaskan bahwa ancaman terhadap kebebasan pers dan stabilitas politik masih nyata di tengah negara demokrasi maju.

        Peristiwa penembakan terjadi saat acara White House Correspondents' Dinner yang dihadiri pejabat tinggi, jurnalis, dan Donald Trump. Situasi mendadak berubah menjadi kepanikan setelah suara tembakan memaksa evakuasi cepat seluruh tamu penting.

        Pelaku yang diketahui berusia 31 tahun berhasil diamankan aparat keamanan setelah insiden tersebut. Seorang petugas Secret Service sempat tertembak namun selamat berkat rompi antipeluru dan kini dalam pemulihan.

        Menanggapi kejadian ini, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan kecaman keras. Ia menilai serangan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap sistem demokrasi.

        “Saya terkejut dengan kejadian tersebut, dan setiap serangan terhadap institusi demokrasi atau kebebasan pers harus dikecam dengan sekeras-kerasnya,” ujarnya dikutip dari ANADOLU.

        Ia juga menyebut sebagai “kelegaan besar” bahwa Presiden Trump dan tamu lainnya tidak mengalami luka.

        Kecaman serupa juga datang dari pejabat tinggi Inggris lainnya. Mereka menilai kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam sistem demokrasi modern.

        Wakil Perdana Menteri David Lammy menyebut insiden itu sebagai peristiwa yang “mengerikan”. Ia menegaskan bahwa kekerasan politik merupakan penghinaan terhadap demokrasi yang harus ditolak secara tegas.

        Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper juga menyatakan kecaman keras terhadap serangan tersebut. Ia menekankan pentingnya persatuan global dalam melawan kekerasan politik.

        Baca Juga: Trump Ceritakan Detik-Detik Penembakan, Sebut Pelaku Bawa Banyak Senjata

        Dari kubu oposisi, kritik juga bermunculan terhadap insiden ini. Mereka sepakat bahwa serangan semacam itu merupakan ancaman serius bagi sistem demokrasi.

        Sementara itu, Presiden Donald Trump menggambarkan pelaku sebagai “orang yang sangat sakit”. Ia juga menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang menyerang Konstitusi Amerika Serikat.

        Insiden ini kembali membuka perdebatan tentang keamanan acara publik tingkat tinggi. Selain itu, peristiwa ini juga menyoroti kerentanan simbol-simbol demokrasi di tengah meningkatnya ketegangan politik global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: