Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Ajukan Proposal Baru ke Amerika Serikat, Begini Isinya!

        Iran Ajukan Proposal Baru ke Amerika Serikat, Begini Isinya! Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat. Proposal kali ini mencakup sejumlah hal mulai dari program nuklir, pengakhiran konflik hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

        Dikutip dariĀ Axios, proposal tersebut disampaikan melalui mediator di Pakistan. Rencana itu mencakup perpanjangan gencatan senjata agar kedua pihak memiliki waktu untuk mencapai kesepakatan damai permanen.

        Baca Juga: Jika Ingin Akhiri Perang, Trump Sarankan Iran Hubungi Segera Amerika Serikat

        Dalam skema tersebut, pembahasan program nuklir akan dilakukan di tahap berikutnya, setelah adanya pencabutan blokade oleh Amerika Serikat. Proposal tersebut telah diteruskan oleh mediator Pakistan ke Gedung Putih. Namun belum ada kejelasan apakah hal tersebut akan mempertimbangkan oleh Washington.

        Adapun Juru Bicara Gedung Putih, Olivia Wales mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya. NamunĀ pembicaraan bersifat sensitif dan tidak dapat dikemukakan melalui media.

        "Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan kami tidak akan bernegosiasi melalui pers," ujarnya.

        "Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan menyetujui kesepakatan yang mengutamakan kepentingan rakyat, serta tidak akan pernah membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," tegasnya.

        Meski belum ada keputusan resmi, proposal ini menunjukkan adanya upaya baru untuk meredakan konflik yang telah berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. Langkah selanjutnya akan menjadi penentu arah negosiasi, apakah menuju de-eskalasi atau justru memperpanjang ketegangan di Timur Tengah.

        Sebelumnya, Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya masuk membuka pintu negosiasi terhadap Iran. Hal ini menyusul belum adanya kejelasan jalur diplomasi untuk mengakhiri perang keduanya di Timur Tengah.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa mereka dapat langsung menghubunginya jika ingin merundingkan akhir konflik antara Washington dan Teheran.

        "Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki jalur yang aman," kata Trump.

        Ia tak mengirimkan utusannya menuju negosiasi terbaru untuk menghentikan perangnya dengan Iran. Hal ini membuat ketidakpastian terkait perang semakin kuat di Timur Tengah.

        Trump membatalkan rencana kunjungan dua utusannya karena perjalanan dianggap terlalu mahal dan rumit, serta tak melihat keuntungan baru dalam tawaran dari Iran.

        Baca Juga: Trump: Kebencian Putin dan Zelenskiy Tidak Masuk Akal, Hambat Negosiasi Rusia-Ukraina

        "Kami membatalkan kunjungan karena terlalu banyak perjalanan dan biaya, serta tawaran mereka tidak cukup baik," kata Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: