Kredit Foto: SIG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat portofolio produk semen ramah lingkungan setelah lima pabriknya meraih sertifikat Green Label Indonesia predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Capaian ini mempertegas strategi SIG dalam memperbesar pasar bahan bangunan rendah emisi di tengah tuntutan industri konstruksi yang semakin berorientasi keberlanjutan.
Lima fasilitas yang memperoleh sertifikat tersebut meliputi Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa Pabrik Pangkep, serta pabrik milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Narogong, Cilacap, dan Lhoknga.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan penghargaan tersebut menjadi penguatan bagi perusahaan dalam mengembangkan inovasi semen hijau dan produk turunan dengan emisi lebih rendah.
“Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab,” ujar Vita dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Langkah ini dinilai strategis seiring meningkatnya kebutuhan sektor konstruksi terhadap material yang mendukung target pengurangan emisi karbon. Industri semen selama ini menjadi salah satu sektor dengan intensitas emisi tinggi sehingga transformasi produk menjadi faktor penting dalam rantai pembangunan berkelanjutan.
SIG menyatakan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam model bisnis perusahaan. Implementasinya dilakukan melalui praktik pertambangan yang lebih efisien, penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk efisiensi energi, pemanfaatan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif, pengembangan energi terbarukan, hingga distribusi yang lebih efisien.
Perusahaan juga mengklaim produk semen hijau yang dipasarkan memiliki jejak karbon lebih rendah hingga 38% dibandingkan semen konvensional jenis ordinary portland cement (OPC).
Baca Juga: SIG Kurangi Penggunaan Batu Bara 467 Ribu Ton Lewat Bahan Bakar Alternatif
Baca Juga: SIG Buka Peluang Kolaborasi Global untuk Inovasi Bahan Bangunan
Baca Juga: SIG Tahan Gempuran Industri Lesu, Penjualan Tumbuh di Atas Pasar
Dengan tren pembangunan hijau yang terus berkembang, sertifikasi lingkungan berpotensi menjadi nilai tambah komersial karena meningkatkan daya saing produk dalam proyek swasta maupun infrastruktur pemerintah yang mulai menerapkan standar keberlanjutan.
Vita menambahkan perusahaan akan terus mendorong penggunaan material bangunan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Semen hijau SIG adalah solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon, yang merupakan buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan dan bumi,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: