Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SIG Tahan Gempuran Industri Lesu, Penjualan Tumbuh di Atas Pasar

SIG Tahan Gempuran Industri Lesu, Penjualan Tumbuh di Atas Pasar Kredit Foto: SIG
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyatakan strategi transformasi bisnis yang dijalankan sejak paruh kedua 2025 mulai menunjukkan hasil positif. Di tengah kontraksi permintaan semen domestik sebesar 1,5% secara tahunan pada 2025, perseroan mampu menjaga tren pertumbuhan penjualan di atas rata-rata industri.

Dalam paparan SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta, 13 April 2026, Direktur Utama SIG Indrieffouny Indramengatakan transformasi bisnis sejak Juli 2025 difokuskan pada tiga strategi utama, yakni penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

“Transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif. Kinerja Perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” kata Indrieffouny Indra, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (17/4/2026). 

Sepanjang 2025, SIG mencatat volume penjualan 37,93 juta ton. Pada kuartal IV 2025, volume penjualan mencapai 10,47 juta ton atau tumbuh 1,1% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Menurut perseroan, capaian tersebut mencerminkan efektivitas transformasi terutama di pasar utama dengan marjin tinggi.

SIG juga mencatat kenaikan penjualan beruntun pada semester II 2025 dari kuartal III ke kuartal IV. Di segmen semen kantong, volume penjualan kuartal IV tumbuh 5,7% secara tahunan, melampaui pertumbuhan pasar yang hanya 2%.

Di tengah pelemahan pasar domestik, ekspor menjadi penopang tambahan. Perseroan membukukan volume ekspor sekitar 6,4 juta ton atau naik 14,9% dibanding tahun sebelumnya.

Momentum positif berlanjut pada awal 2026. Dalam dua bulan pertama tahun ini, penjualan domestik SIG tumbuh 9,7%, dengan kenaikan signifikan di segmen semen kantong sebesar 14,6%.

Indrieffouny menyebut capaian awal tahun menjadi landasan untuk menjaga kinerja sepanjang 2026. Perseroan akan melanjutkan strategi transformasi melalui penguatan model bisnis semen, efisiensi biaya, percepatan pengembangan bisnis derivatif dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan sumber daya perusahaan.

Baca Juga: SIG Garap Pasar Afrika, Ekspor 90.000 Ton Klinker

Baca Juga: SIG Catat Laba Rp191 Miliar di 2025 Meski Industri Melambat

Baca Juga: SIG Raih Predikat Tertinggi HSE 2026, Catat Zero Fatality Sepanjang 2025

“Kami yakin bahwa SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” ujarnya.

Sebagai produsen semen terbesar di Indonesia, SIG menghadapi tekanan dari perlambatan permintaan dan persaingan industri, sehingga strategi efisiensi dan diversifikasi pasar menjadi fokus utama perseroan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement