Amerika Serikat Ragukan Proposal Iran, Rubio: Mereka Cuma Ingin Beli Waktu
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya skeptis terhadap proposal baru yang dikirimkan oleh Iran. Hal ini dapat menjadi sinyal bahwa konflik kedua negara masih akan berlangsung cukup lama di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menilai proposal tersebut kemungkinan besar merupakan upaya pembelian waktu dari Iran. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah, khususnya dalam mencegah pengembangan senjata nuklir untuk dilakukan oleh Teheran.
Baca Juga: Iran: Amerika Serikat Adalah Satu-satunya Negara Pengguna Senjata Nuklir
"Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja. Mereka negosiator yang sangat berpengalaman. Kita harus memastikan setiap kesepakatan benar-benar mencegah mereka berlari menuju senjata nuklir kapan pun," kata Rubio.
Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.
Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.
Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.
Adapun Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa proposal itu masih dibahas oleh pemerintah dari Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa pembahasan masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan yang diambil oleh Washington.
"Saya tidak akan mengatakan mereka sedang mempertimbangkannya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa ada diskusi pagi ini yang tidak ingin saya dahului, dan kita akan mendengar langsung dari presiden," ujarnya.
Leavitt juga menegaskan bahwa tuntutan utama pihaknya tetap sama. Amerika Serikat ingin musuh menyerahkan uranium yang telah diperkaya dan membuka jalur dari Selat Hormuz.
Terkait negosiasi damai, kini tidak adanya pertemuan langsung terlihat dari kondisi di Islamabad. Situasi terlihat kembali normal setelah sebelumnya wilayah tersebut disiapkan untuk menjadi lokasi negosiasi oleh Pakistan.
Baca Juga: China Diam-diam Bersiap Perang Dagang Lagi dengan Amerika Serikat
Pejabat Islamabad sendiri menyatakan pembicaraan masih berlangsung secara jarak jauh, namun belum ada rencana pertemuan tatap muka dalam waktu dekat akan dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: