Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Prabowo Alokasikan Anggaran Renovasi Rumah Rp20 Juta Per Unit

        Presiden Prabowo Alokasikan Anggaran Renovasi Rumah Rp20 Juta Per Unit Kredit Foto: YT Sekretariat Kabinet
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menetapkan anggaran untuk program perbaikan rumah sebesar Rp20 juta bagi setiap unit hunian masyarakat. Dari total dana tersebut, sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta dikhususkan untuk program penggantian atap atau gentengisasi.

        Pemerintah menargetkan penghapusan penggunaan atap seng yang dinilai buruk bagi kesehatan penghuni serta estetika lingkungan. "Anggaran perbaikan rumah, sekarang satu rumah Rp20 juta. Jadi, satu rumah kita perhitungkan Rp4-5 juta gentingnya," ujar Presiden di Banyumas, Selasa (28/4/2026).

        Penggunaan seng berkarat dianggap memicu dampak negatif bagi kualitas hidup dan merusak pemandangan kawasan pemukiman. Selain itu, program gentengisasi ini diharapkan dapat mendukung keindahan wilayah guna meningkatkan performa sektor pariwisata nasional.

        "Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat itu ujungnya tidak sehat untuk yang huni, dan pandangan tidak bagus," tutur Prabowo. Presiden menekankan pentingnya kenyamanan tempat tinggal bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

        Pemerintah turut mengkaji penggunaan genting hasil daur ulang limbah dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bahan baku renovasi. Produk genting dari limbah dinilai memiliki ketahanan yang kuat serta harga yang relatif terjangkau bagi anggaran negara.

        "Gentengnya lumayan efektif harganya cukup murah, mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah," tambahnya. Pemanfaatan material ramah lingkungan tersebut dianggap selaras dengan upaya pengelolaan sampah berbasis edukasi di daerah.

        Baca Juga: Bupati Ratu Rachmatuzakiyah Resmikan Masjid Ar-Rahmah di Perumahan MGK Serang

        Implementasi program renovasi ini akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas bangunan sesuai dengan standar kesehatan. Di samping itu, penggunaan material lokal menjadi prioritas guna menggerakkan ekonomi kerakyatan di sektor konstruksi.

        Presiden optimistis peningkatan kualitas hunian akan berdampak langsung pada indeks kebahagiaan dan produktivitas masyarakat. Terlebih lagi, penataan estetika pemukiman menjadi bagian dari strategi besar dalam mempercantik citra Indonesia di mata dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: