Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        70 Persen Usia Produktif, Wamendag Roro Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi

        70 Persen Usia Produktif, Wamendag Roro Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Kredit Foto: Kementerian Perdagangan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong mahasiswa untuk menjadi penggerak ekonomi nasional melalui kewirausahaan.

        Dengan berwirausaha, mahasiswa dapat membantu menciptakan lapangan kerja sekaligus mengubah potensi bonus demografi menjadi kekuatan ekonomi.

        Hal tersebut disampaikan Wamendag dalam kuliah umum bertema ‘Empowering Growth: Young Entrepreneurs For a Better Future’ di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026).

        “Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui bonus demografi. Saat ini, sekitar 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Potensi ini harus dikelola secara optimal agar menjadi kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari generasi produktif, mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengoptimalkan peluang tersebut melalui kewirausahaan,” ujar Wamendag Roro, dikutip dari siaran pers Kemendag, Rabu (29/4).

        Wamendag Roro menambahkan bahwa saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3,29 persen. Angka tersebut menunjukkan perlunya dorongan lebih besar agar Indonesia dapat mencapai tingkat kewirausahaan ideal sebagai fondasi menuju negara maju.

        Kementerian Perdagangan, lanjut Wamendag Roro, berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan nasional. Menurutnya, waralaba dapat menjadi salah satu pendorong utama kewirausahaan karena memungkinkan pelaku usaha tidak memulai bisnis dari nol dengan didukung sistem yang terstandardisasi, serta pendampingan berkelanjutan dari pemberi waralaba.

        Di samping itu, Kemendag terus mendorong pengembangan kewirausahaan melalui berbagai program dan fasilitasi, termasuk perluasan akses pasar dalam negeri, salah satunya melalui kemitraan dengan pelaku usaha besar dan ritel modern.

        “Kemendag telah memfasilitasi penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) antara 804 UMKM dengan sejumlah perusahaan besar seperti MAP Group, IKEA, dan Metro Department Store. Saat ini, sebanyak 107 UMKM berhasil lolos kurasi,” ungkap Wamendag Roro.

        Tidak hanya itu, Wamendag Roro menjelaskan bahwa business matching tersebut turut dilakukan antara UMKM sektor pangan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) KAI Services. Sejauh ini, sebanyak enam UMKM telah terpilih dan bermitra resmi dengan KAI Services.

        Selain memperluas akses pasar dalam negeri, Wamendag Roro mengungkapkan bahwa Kemendag juga mendorong pelaku usaha untuk menjajaki pasar internasional. Upaya ini dilakukan melalui jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang memfasilitasi promosi, penjajakan pasar, hingga transaksi ekspor.

        Baca Juga: UMKM Surabaya Naik Kelas, Bron Chips Masuk Indomaret

        Baca Juga: Dana KUR Jangan Disia-siakan, UMKM NTT Didukung Naik Kelas

        Lebih lanjut, Wamendag Roro menyampaikan bahwa peluang pasar global terbuka luas bagi pelaku usaha, termasuk bagi mahasiswa yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan berdaya saing. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai membangun usaha sejak dini serta memanfaatkan berbagai program dan fasilitasi yang telah disediakan pemerintah.

        Melalui kegiatan ini, Wamendag Roro berharap makin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk menjadi wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: