Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IFTL Award 2026: Pemimpin Keuangan Dituntut Jadi Arsitek Ekosistem di Era AI

        IFTL Award 2026: Pemimpin Keuangan Dituntut Jadi Arsitek Ekosistem di Era AI Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah lanskap ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, peran pemimpin di industri jasa keuangan semakin krusial. Ketegangan geopolitik, dampak lanjutan perang dagang, fluktuasi suku bunga, hingga disrupsi teknologi berbasis artificial intelligence (AI) menuntut pelaku industri untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan cepat dan strategis.

        Meski demikian, peluang tetap terbuka. International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook Januari 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global berada di level 3,3% pada periode 2025–2026. Angka ini mencerminkan optimisme bahwa pelaku usaha, termasuk sektor keuangan, masih memiliki ruang untuk tumbuh di tengah tekanan global.

        Di Indonesia, sektor jasa keuangan menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi nasional. Hingga akhir 2025, kredit perbankan tercatat tumbuh sekitar 9–10% dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 2%. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat hampir 14%, sementara permodalan perbankan tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di atas 25%.

        Kinerja positif juga terlihat di sektor lain. Industri asuransi dan dana pensiun masing-masing mencatat total aset lebih dari Rp1.200 triliun dan Rp1.600 triliun, dengan tingkat permodalan jauh di atas batas minimum regulator.

        Sementara itu, industri pembiayaan dan pinjaman daring terus berkembang dengan risiko yang relatif terkendali. Bahkan, transaksi kripto sepanjang 2025 menembus lebih dari Rp480 triliun, menandakan percepatan adopsi keuangan digital di dalam negeri.

        Namun, di balik prospek tersebut, industri tetap dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari risiko siber yang meningkat, kesenjangan literasi dan inklusi keuangan, hingga kompleksitas dampak teknologi baru seperti AI.

        CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan menegaskan bahwa dalam konteks ini, kepemimpinan menjadi faktor penentu.

        “Pemimpin di industri jasa keuangan bukan sekadar pengelola institusi, tetapi arsitek masa depan ekosistem keuangan nasional,” ujar Ihsan dalam ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2026, Rabu (29/4/2026).

        Senada, Wakil Ketua Dewan Pengawasan BPI Danantara sekaligus mantan Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2012–2017, Muliaman D. Hadad, menilai bahwa adopsi AI sudah menjadi keniscayaan bagi industri keuangan.

        “AI bukan hanya sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis dalam menentukan kelangsungan bisnis,” ujarnya.

        Ia mengingatkan bahwa implementasi AI harus dilakukan secara terukur dan tidak tergesa-gesa. Kesiapan infrastruktur data dan perencanaan strategis menjadi fondasi utama agar transformasi berjalan optimal.

        “Keputusan untuk mengadopsi AI sangat ditentukan oleh strategic roadmap dan kesiapan data infrastructure,” kata Muliaman.

        Transformasi berbasis teknologi ini turut mendorong perubahan model bisnis di sektor keuangan, dari pendekatan berbasis produk menjadi solusi yang terintegrasi dengan kebutuhan nasabah. Didukung AI, layanan keuangan kini semakin personal, cepat, dan berbasis data.

        Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga semakin penting. Bank dan lembaga keuangan dituntut membangun ekosistem terbuka melalui integrasi dengan berbagai platform digital, memanfaatkan teknologi seperti API dan analisis data untuk menciptakan sumber pendapatan baru.

        Di sisi lain, kesiapan internal tetap menjadi tantangan, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola dan manajemen risiko.

        Baca Juga: Microsoft: AI Bakal Ubah Sistem Keuangan

        Baca Juga: Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

        Sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan strategis di tengah dinamika tersebut, Warta Ekonomi menganugerahkan penghargaan Indonesia Financial Top Leader Award (IFTL) 2026 kepada sejumlah pemimpin industri jasa keuangan lintas sektor.

        Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa di tengah dinamika global dan percepatan digitalisasi, keberhasilan sektor keuangan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam merancang dan membangun ekosistem yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.

        Berikut adalah para penerima penghargaan yang hadir dalam acara IFTL Award 2026:

        • Meri Ui, President Director PT Atome Finance Indonesia (Multifinance)
        • Denny Dilham, Direktur Eksekutif PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
        • Nucky Poedjiardjo Djatmiko, Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash)
        • M. Fankar Umran, Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
        • Juliati Boddhiya, Direktur Utama PT Asuransi Central Asia
        • Petrus Santoso Karim, Presiden Direktur PT BCA Finance
        • Ristiawan Suherman, Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance
        • Suwandi Wiratno, Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing
        • Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama PT TASPEN (Persero)
        • Lanny Budiati, Direktur Utama PT Bank Digital BCA (Blu)
        • Vera Ongyono, Plt. Direktur Utama BNI Sekuritas
        • Andreas S. Soedjijanto, Direktur Utama PT Indolife Pensiontama
        • Wianto, President Direktor PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
        • Hengky Djojosantoso, Presiden Direktur PT Asuransi Ciputra Indonesia
        • Marihot H. Tambunan, Plt Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
        • Afifa, CEO & President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
        • Zulfa Hendri, Direktur Utama PT Majoris Asset Management
        • Tomy Ferdiansah, PT Asuransi Umum Mega
        • Hendro H. Wenan, Direktur Utama PT Asuransi Umum BCA
        • Budi Herawan, Direktur Utama PT Asuransi Candi Utama
        • Leonard Berly Wennas, President Director PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: