Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KSPI Warning: 3 Bulan Lagi Badai PHK Bisa Hantam Industri Tekstil hingga Semen

        KSPI Warning: 3 Bulan Lagi Badai PHK Bisa Hantam Industri Tekstil hingga Semen Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperingatkan adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dalam tiga bulan ke depan.

        Presiden KSPI, Said Iqbal, menyebut informasi ini berasal dari serikat pekerja di sejumlah perusahaan yang mulai diajak berdiskusi terkait pengurangan karyawan akibat dampak konflik di Timur Tengah.

        Sektor yang paling rentan adalah tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk benang, kain, hingga polyester.

        "Tapi realitanya, laporan dari anggota KSPI, bukan orang lain, serikat pekerja di perusahaan, terutama di sektor industri TPT, tekstil dan produk turunannya. Benang, kain, dan polyester dan sebagainya," katanya dalam konferensi pers virtual, dikutip Selasa (5/5).

        Industri plastik juga menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga bahan baku impor. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat biaya produksi melonjak, sementara daya beli masyarakat menurun. 

        “Harga plastik naik sampai 50 persen, sehingga konsumsi turun. Ini ancaman PHK di industri plastik,” jelasnya.

        Dampak lanjutan bisa merembet ke industri elektronik dan otomotif yang banyak menggunakan komponen berbahan plastik.

        "Begitu pula industri elektronik bisa kena. Mudah-mudahan perang bisa kembali damai, selesai sehingga bisa turun harga plastik. Tapi nggak semudah itu kata perusahaan-perusahaan, dalam 3 bulan kepada serikat pekerja, di elektronik kan pakai plastik frame nya. Di otomotif spakbor, beberapa komponen lain juga pake plastik," bebernya.

        Selain itu, sektor semen ikut tertekan akibat kelebihan pasokan (oversupply) di tengah permintaan yang melemah. Masuknya pabrik baru memperketat persaingan dan mendorong efisiensi tenaga kerja.

        Baca Juga: China Tegaskan AI Tak Bisa Jadi Alasan PHK Karyawan

        Baca Juga: AI Kembali Makan Korban, Giliran Karyawan Meta Akan Kena PHK

        "Apalagi sekarang dalam suasana perang. Permintaan terhadap semen kan berkurang. Udah mah oversupply, pabrik baru bikin lagi kemudian izinnya diberikan dan mulai operasional, permintaan semen akibat semen turun. Ya otomatis terjadi efisiensi buruh dan pekerja ya PHK," sebut dia.

        Said Iqbal menegaskan hingga saat ini belum ada tanggapan resmi maupun rencana diskusi dari pemerintah terkait ancaman PHK massal tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: