Kredit Foto: Istimewa
Perusahaan Remitansi Global, Western Union resmi meluncurkan stablecoin bernama USDPT. Stablecoin tersebut didenominasi dalam dolar dan dibangun di atas jaringan solana. Ia diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank.
Stablecoin ini akan menjadi fondasi berbagai inisiatif strategis Western Union. Ia termasuk produk pembayaran untuk konsumen bertajuk “Stable by Western Union” yang dijadwalkan meluncur di lebih dari 40 negara pada 2026.
Baca Juga: Diduga Manipulasi Harga Kripto, Perusahaan Keluarga Trump Gugat Justin Sun
CEO Western Union, Devin McGranahan menyatakan bahwa peluncuran USDPT memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem pembayaran global.
“USDPT memperkuat peran Western Union sebagai platform pembayaran global. Dengan mengintegrasikan dolar digital yang teregulasi langsung ke dalam jaringan kami, kami menciptakan lapisan penyelesaian transaksi yang lebih efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi ini akan mendukung mitra, agen, serta penggunaan konsumen di masa depan tanpa mengorbankan kepercayaan dan skala layanan perusahaan.
Produk ini akan memanfaatkan infrastruktur global Western Union yang telah menjangkau lebih dari 200 negara dan wilayah serta melayani sekitar 100 juta pengguna.
Dari sisi regulasi, CEO Anchorage Digital, Nathan McCauley, menekankan pentingnya fondasi hukum dalam pengembangan stablecoin.
“Stablecoin menjanjikan pergerakan uang yang lebih cepat dan efisien, tetapi untuk mengimplementasikannya dalam jaringan pembayaran nyata dibutuhkan lebih dari sekadar teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebagai bank dengan lisensi federal di AS, Anchorage menyediakan landasan regulasi yang memungkinkan USDPT berfungsi sebagai infrastruktur keuangan yang tepercaya.
“Kami menyediakan fondasi tersebut sehingga USDPT dapat beroperasi sebagai infrastruktur keuangan yang selalu aktif sejak hari pertama,” katanya.
Baca Juga: Regulasi Kripto Amerika Serikat Mulai Jelas, Harga Bitcoin (5/5) Tembus US$80.000!
Peluncuran ini menandai langkah besar Western Union dalam transformasi digital, sekaligus memperkuat tren integrasi teknologi blockchain dalam sistem pembayaran global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar