Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS Resmi Hentikan Operasi Militer terhadap Iran

        AS Resmi Hentikan Operasi Militer terhadap Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, secara resmi mengumumkan operasi militer AS terhadap Iran telah berakhir. 

        "Operasi ini telah berakhir, Epic Fury, seperti yang telah diinformasikan Presiden kepada Kongres. Kami sudah selesai dengan tahap tersebut," tegas Rubio dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (5/5) dikutip dari AFP.

        Ia menjelaskan bahwa militer AS kini beralih pada Project Freedom, sebuah operasi yang diluncurkan Pentagon pada Senin (4/5) untuk mengawal kapal-kapal komersial yang terdampar agar bisa keluar dari Selat Hormuz.

        Menurut Rubio, prioritas utama Washington saat ini adalah mengamankan dan membuka kembali jalur energi global yang krusial tersebut.

        Pengumuman penghentian operasi ini dinilai luas sebagai langkah strategis pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menghindari War Powers Resolution (Resolusi Kewenangan Perang).

        Undang-undang tersebut mewajibkan presiden untuk meminta persetujuan Kongres jika ingin melanjutkan aksi militer lebih dari 60 hari.

        Pekan lalu, pemerintahan Trump memang telah menginformasikan kepada Kongres bahwa perang melawan Iran "dihentikan" seiring tercapainya tenggat waktu 60 hari.

        Meski operasi militer resmi dihentikan, Trump belum menutup kemungkinan untuk kembali melancarkan serangan jika kebuntuan perundingan terus berlanjut.

        Rubio menegaskan bahwa saat ini bola ada di tangan Iran. Teheran dituntut untuk menunjukkan dengan jelas bahwa mereka tidak berniat memiliki senjata nuklir, yang menjadi syarat mutlak bagi kesepakatan damai dengan Washington.

        Rubio bahkan menuduh Iran tengah berupaya mengembangkan rudal jarak jauh dan membangun fasilitas bawah tanah untuk pengayaan uranium. Ia memperingatkan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Iran akan berujung pada "penyanderaan dunia."

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: