Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga BBM Meroket, Tren Penjualan Pikap Listrik Melesat Tajam

Harga BBM Meroket, Tren Penjualan Pikap Listrik Melesat Tajam Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar kendaraan pikap listrik di Thailand kini meroket tajam menyusul dampak dari harga BBM melonjak imbas perang di Selat Hormuz, Iran.

Federasi Industri Thailand (FTI) melaporkan bahwa tren positif ini didorong oleh perpaduan antara tekanan harga energi global dan kuatnya dukungan kebijakan dari pemerintah setempat.

Konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia membuat kendaraan berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) tampil sebagai alternatif yang jauh lebih memikat.

Daya tarik ini makin diperkuat oleh skema insentif EV3.5 dari pemerintah Thailand, yang menawarkan pemotongan pajak serta subsidi bagi pembeli kendaraan listrik.

Juru Bicara Klub Industri Otomotif FTI, Surapong Paisitpatanapong, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap pikap BEV terus merangkak naik, baik dari kalangan armada komersial maupun pembeli pribadi.

"Pikap BEV dapat menghemat total biaya kepemilikan dibandingkan model bermesin pembakaran internal (ICE), berkat biaya bahan bakar yang lebih murah dan perawatan yang lebih minim," kata Surapong dikutip dari Bangkok Post.

Menurut Surapong, lonjakan harga bahan bakar domestik akibat terganggunya jalur transportasi di Selat Hormuz membuat calon konsumen mulai menghindari kendaraan yang menggunakan BBM fosil, termasuk di segmen pikap.

Sebagai catatan, harga eceran solar di Thailand melonjak tajam menjadi 40,80 baht per liter pada Selasa lalu, meskipun sudah mendapat subsidi dari negara. Padahal, sebelum konflik pecah pada 28 Februari, harga solar hanya berada di kisaran 29,94 baht per liter.

Tingginya minat masyarakat tergambar jelas dari data penjualan. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, penjualan pikap listrik meroket hingga 227 persen menjadi 314 unit, dibandingkan dengan 96 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data Departemen Transportasi Darat setempat juga mencatat lonjakan registrasi pikap BEV baru sebesar hampir 38 persen menjadi 113 unit.

Pesatnya pertumbuhan segmen ini turut mengundang kehadiran gelombang model baru di pasar Thailand. Beberapa di antaranya adalah Riddara RD6, JAC T8, Maxus T90 EV, NEX, Isuzu D-Max EV, hingga Toyota Hilux Revo BEV.

General Manager Geely Riddara Thailand, Cao Feng, sebelumnya telah memprediksi bahwa segmen pikap di Negeri Gajah Putih ini menyimpan potensi yang sangat kuat bagi kendaraan listrik.

Hal ini sejalan dengan langkah strategis induk perusahaan, Geely, yang menjadikan Thailand sebagai negara pertama di luar Tiongkok untuk ekspansi merek pikap listrik Riddara. Langkah ini sekaligus menegaskan ambisi Geely untuk menjadikan Thailand sebagai pusat operasinya di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, kebangkitan pikap listrik ini ironisnya terjadi bersamaan dengan lesunya penjualan pikap konvensional (ICE). Penjualan pikap berbahan bakar fosil tersebut dilaporkan anjlok 4,6 persen menjadi 38.493 unit.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: