Kredit Foto: Aqua
Aktivitas ekonomi kreatif berbasis lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur, Klaten, Jawa Tengah, terus berkembang seiring meningkatnya wisata susur sungai (river tubing) yang dikelola masyarakat lokal. Model pengelolaan tersebut dinilai mampu menciptakan sumber penghasilan baru sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan sungai.
Hal itu terlihat dalam kunjungan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X ke kawasan New Rivermoon, DAS Pusur, pada 4 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kanjeng Gusti meninjau langsung aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh dari pengelolaan wisata berbasis konservasi sungai.
Kawasan DAS Pusur kini berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat melalui wisata sungai, pengelolaan sampah, hingga aktivitas konservasi lingkungan yang melibatkan komunitas lokal dan penggiat lingkungan muda.
Kanjeng Gusti mengatakan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
“Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting, dan di sini kita dapat melihat bagaimana konservasi air dan lingkungan dijalankan berdampingan dengan aktivitas masyarakat. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menilai model pengelolaan lingkungan yang berjalan di DAS Pusur menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan sumber daya alam.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian media visit yang difasilitasi AQUA. Dalam kegiatan itu, peserta diajak melihat langsung praktik konservasi air, pengelolaan sampah, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sebagai fondasi utama aktivitas ekonomi lokal.
Senior Manager Public Affairs & Sustainability AQUA, Jeffri Ricardo, mengatakan ekosistem sungai yang terjaga memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
“Ekosistem sungai yang terjaga berperan penting dalam mendukung kesehatan lingkungan secara keseluruhan, termasuk sumber air tanah dalam yang menjadi sumber air AQUA. Karena itu, kolaborasi dengan komunitas menjadi kunci untuk memastikan lingkungan tetap terjaga dan kualitas air dapat dipertahankan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi untuk memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar DAS.
Sementara itu, Sekretaris Pusur Institute sekaligus perwakilan penggiat lingkungan muda DAS Pusur, Lintang Eka Prakusya, mengatakan keberlangsungan usaha wisata sungai sangat bergantung pada kualitas lingkungan.
Baca Juga: AQUA Elektronik Kenalkan Dispenser Canggih untuk Gaya Hidup Modern di Rumah dan Kantor
Baca Juga: Danone Klarifikasi Foto Balita di Kemasan AQUA, Sebut Label Sekunder pada Kemasan Bundling
“Kalau sungainya bersih, orang mau datang, kegiatan bisa berjalan, dan masyarakat banyak juga akan merasakan manfaatnya. Karena itu, menjaga sungai bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal keberlangsungan hidup kami,” katanya.
Aktivitas wisata sungai di DAS Pusur menjadi salah satu contoh berkembangnya ekonomi kreatif berbasis lingkungan di daerah. Selain menciptakan lapangan aktivitas ekonomi baru bagi warga, pengelolaan sungai juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan secara kolektif.
AQUA menyebut pendekatan konservasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui kemitraan dengan komunitas lokal dan penguatan kesadaran lingkungan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: