Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wuling Eksion Mengaspal di Bandung, Sinyal Kuat Pasar SUV Listrik Kian Menggeliat

        Wuling Eksion Mengaspal di Bandung, Sinyal Kuat Pasar SUV Listrik Kian Menggeliat Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Kota Bandung kembali menjadi panggung penting dalam peta pertumbuhan industri otomotif elektrifikasi nasional. 

        Wuling Motors resmi memperkenalkan SUV keluarga terbaru, Wuling Eksion, dalam pameran yang digelar di Trans Studio Mall Bandung pada 6-10 Mei 2026. Kehadiran model ini tidak hanya sekadar peluncuran produk, tetapi juga menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus memasuki fase ekspansi yang lebih matang.

        Mengusung konsep SUV 7-seater dengan teknologi EV dan Plug-in Hybrid (PHEV), Wuling Eksion menyasar segmen keluarga modern yang mengutamakan efisiensi biaya operasional di tengah dinamika ekonomi global. Kombinasi dua teknologi ini dinilai menjadi strategi adaptif produsen otomotif dalam menjawab kebutuhan konsumen yang masih berada pada fase transisi menuju kendaraan listrik penuh.

        Regional Sales Manager Wuling Motors, Noor Fazrur Rahman Ridha, menegaskan bahwa peluncuran Eksion merupakan bagian dari strategi memperluas penetrasi pasar elektrifikasi di daerah. Dengan mengusung semangat “Exploring Family Journeys”, kendaraan ini dilengkapi inovasi seperti Wonder Flexible Modular System (WFMS), LING Power Hybrid System, hingga MAGIC Battery Pro.

        Tren kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan akselerasi signifikan. Hingga akhir 2025, kontribusi penjualan mobil listrik telah mencapai 15 persen dari total pasar otomotif nasional, melonjak tajam dibandingkan 2022 yang masih berada di level rendah. 

        "Kenaikan ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen sekaligus dampak positif dari kebijakan insentif pemerintah," katanya di Bandung, Rabu (6/5/2026).

        Adapun, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga mulai merambah daerah. Hal ini membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat daya saing produsen otomotif di tengah masuknya berbagai pemain global.

        Di Jawa Barat sendiri, perkembangan pasar kendaraan listrik terbilang progresif. Wuling mencatat peningkatan pangsa pasar hingga 6 persen, naik dari sebelumnya 3-4 persen. Bahkan di Bandung, kontribusi penjualan kendaraan listrik Wuling telah mendominasi hingga hampir 70 persen dari total penjualan, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

        Secara ekonomi mikro, preferensi konsumen juga mulai terbentuk. Untuk mobilitas tinggi dalam kota, kendaraan listrik berbasis baterai (EV) menjadi pilihan utama karena efisiensi biaya energi. 

        Sementara itu, varian Plug-in Hybrid lebih diminati oleh pengguna dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh yang membutuhkan fleksibilitas tanpa kekhawatiran infrastruktur pengisian daya.

        Wuling Eksion sendiri menawarkan efisiensi yang kompetitif. Varian Plug-in Hybrid mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km secara kombinasi, sementara versi EV menawarkan jarak tempuh hingga 530 km. Angka ini menjadi nilai jual penting dalam menarik konsumen yang masih mempertimbangkan aspek efisiensi dan kepraktisan.

        Dari sisi pembiayaan, Wuling juga menghadirkan strategi menarik untuk menjaga daya beli masyarakat. Skema pembelian didominasi transaksi tunai pada tahap awal peluncuran, namun mulai berimbang dengan kredit pada bulan berikutnya. Program seperti bunga 0 persen selama satu tahun dengan DP 50 persen menjadi stimulus tambahan untuk mendorong penjualan.

        Baca Juga: Jalin Kolaborasi, Wuling Hadiahkan New BinguoEV Pro untuk Pelanggan Traveloka

        Di tengah belum diberlakukannya pajak kendaraan bermotor listrik di beberapa wilayah seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta, prospek pasar kendaraan listrik diperkirakan tetap positif. Kebijakan ini dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mendukung program transisi energi nasional.

        Secara keseluruhan, kehadiran Wuling Eksion di Bandung tidak hanya memperkaya pilihan kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencerminkan transformasi industri otomotif Indonesia yang semakin adaptif terhadap perubahan ekonomi, teknologi, dan preferensi konsumen. 

        Jika tren ini terus berlanjut, kendaraan listrik diprediksi akan menjadi tulang punggung baru dalam struktur pasar otomotif nasional dalam beberapa tahun ke depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: