- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bayu Buana Perkuat Transformasi Bisnis di Tengah Tantangan Industri Perjalanan
Kredit Foto: Istimewa
PT Bayu Buana Tbk (BAYU), perusahaan ekosistem perjalanan wisata terintegrasi, mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan memperluas sumber pertumbuhan di tengah lanskap industri perjalanan yang semakin kompleks dan kompetitif.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini, perusahaan menegaskan arah transformasi bisnisnya dengan fokus pada penguatan fundamental, diversifikasi usaha, serta adaptasi terhadap perubahan perilaku traveler Indonesia dan global yang kini semakin dinamis dan berbasis pada pengalaman.
“Industri perjalanan tengah berevolusi secara signifikan. Oleh karena itu, strategi kami di Bayu Buana tidak hanya berfokus pada pemulihan dari dampak kondisi geopolitikdan ekonomi global yang masih bergejolak, tetapi juga pada transformasi menyeluruh guna memastikan relevansi dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Agustinus Pake Seko, Direktur Utama Bayu Buana,
Agustinus menjelaskan, sepanajang tahun 2025, Bayu Buana menjalankan strategi pertumbuhan yang berimbang antara penguatan bisnis inti dan diversifikasi usaha. Perusahaan memperkuat posisinya sebagai Corporate Travel Management Company (TMC) melalui pengembangan layanan berbasis teknologi dan jalinan kemitraan global.
Saat ini Bayu Buana memiliki produk unggulan yakni Corporate Travel Management Services sebagai kontributor utama, Premium leisure tours ke destinasi long-haul seperti Eropa dan Jepang, kemudian Corporate incentive & meeting programs, dn Customized FIT travel dengan fleksibilitas tinggi.
Langkah strategis lainnya, lanjut Agustinus adalah ekspansi ke hospitality investment, sebagai upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Hingga saat ini, lini bisnis ini masih dalam tahap pengembangan awal. Ke depan, Perusahaan menargetkan kontribusi yang lebih signifikan seiring dengan ekspansi
Proyeksi Tahun 2026: Waspada, Adaptif, dan Siap Mengakselerasi Momentum
Memasuki tahun 2026, Agustinus mengatakan bahwa industri perjalanan akan diwarnai oleh berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik global, fluktuasi nilai tukar, hingga perubahan perilaku konsumen. Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan industri diperkirakan akan menghadapi tekanan yang cukup signifikan.
“Di tengah tantangan yang ada, fokus kami adalah memastikan fundamental bisnis tetap kuat, operasional berjalan secara optimal, serta strategi tetap adaptif terhadap dinamika pasar. Dengan demikian, Perseroan berada dalam kondisi yang siap untukmenangkap peluang secara maksimal ketika kondisi industri kembali membaik,” tutur Agustinus Pake Seko.
Untuk menangkap peluang tersebut strategi yang dilakukan adalah memberikan prioritas pada, penguatan kemitraan global, percepatan transformasi digital, optimalisasi platform dan sistem operasional, serta pengembangan pasar dan segmen baru.
Di sisi produk, Bayu Buana akan meluncurkan paket perjalanan tematik, tur terkurasi dengan harga premium, program-program insentif perjalanan korporasi, dan perjalanan experiential yang customized.
“Kami percaya kekuatan utama kami terletak pada kombinasi pengalaman, jaringan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang saat ini sedang terjadi di industri perjalanan. Hal itulah yang akan membawa kami tetap relevan dan kompetitif ke depan,” tutup Agustinus Pake Seko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: