Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jeblok 204,92 poin atau -2,86% ke level 6.969,39 pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Level itu menjadi titik terendah IHSG sepanjang hari ini dengan titik tertingginya berada di 7.186,83.
Pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pasar dibayangi meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul bentrokan baru antara pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketegangan geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan memicu kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi itu juga menambah tekanan terhadap sentimen pasar yang sebelumnya mulai pulih.
Dari dalam negeri, pasar turut mencermati penurunan posisi cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir April 2026 berada di level US$146,2 miliar, turun dibanding posisi akhir Maret 2026 sebesar US$148,2 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan menurunnya cadangan devisa untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah di tengh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Selain itu, perkembangan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah.
Pergerakan saham pada akhir perdagangan hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 575 saham terkoreksi, 133 saham terapresiasi dan 108 saham lainnya stagnan.
Sepuluh sektor memerah, bahan baku anjlok -7,8%, transportasi -5,72%, energi -4,59%, industrial -4,55%, barang konsumen non primer -3,39%, properti -2,66%.
Kemudian, teknologi -1,91%, keuangan -1,48%, barang konsumen primer -2,11%, infrastruktur -0,32%. Sementara itu, hanya sektor kesehatan satu-satunya yang naik 0,70%.
Hingga sore ini, IHSG sudah memperdagangkan 56,2 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,8 juta kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp36 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.431 triliun.
Baca Juga: BRI Cairkan Dividen Rp31,47 triliun ke Pemegang Saham Hari Ini
Baca Juga: Emas vs Saham: Mana yang Lebih Tahan Saat Pasar Lagi Goyang?
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menjadi saham top losers dengan koreksi -15% ke Rp1.445. Disusul PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) jatuh -15% ke Rp187 dan PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) ambruk -14,94% ke Rp1.310.
Posisi saham top gainers diduduki PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) terbang 34,55% ke Rp148, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) loncat 34,48% ke Rp117 dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) meroket 25% ke Rp510.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: