Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Waspada Osteoporosis! RS Santo Borromeus Edukasi Deteksi Dini Fragility Fracture

        Waspada Osteoporosis! RS Santo Borromeus Edukasi Deteksi Dini Fragility Fracture Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Rumah Sakit Santo Borromeus kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan simposium ilmiah bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management” yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026.

        Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Gedung Carolus Lantai 7 RS Santo Borromeus mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang ortopedi dan penyakit dalam.

        Para pembicara yang hadir dalam simposium ini antara lain Dr. dr. Andre Yanuar, Sp.OT, SubSp.PL(K), M.M, Prof. Dr. dr. Zairin Noor, Sp.OT, Subsp.O.T.B(K)., M.M dan dr. Christina, SpPD

        dr. Andre mengatakan simposium ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga medis mengenai pentingnya penanganan osteoporosis dan risiko fragility fracture atau patah tulang akibat kerapuhan tulang yang sering terjadi pada kelompok usia lanjut.

        "Osteoporosis sendiri dikenal sebagai penyakit “silent disease” karena sering tidak terdeteksi hingga penderitanya mengalami patah tulang. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan apabila tidak ditangani sejak dini," jelasnya.

        Melalui kegiatan ilmiah tersebut, RS Santo Borromeus ingin mendorong pentingnya deteksi dini, penanganan yang tepat, serta edukasi komprehensif kepada tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan optimal kepada pasien osteoporosis.

        Baca Juga: Purbaya Bantah Isu Sakit Parah: Check-up Biasa, Normal

        Acara ini digelar secara offline dengan kuota terbatas bagi 200 peserta. Tingginya antusiasme peserta diharapkan menjadi cerminan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis sejak dini.

        Lewat simposium ini, RS Santo Borromeus berharap dapat terus menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan sekaligus wadah edukasi medis terpercaya bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan osteoporosis dan fragility fracture.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: