Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Samsung Tertekan di Tengah Negosiasi Bonus Karyawan

        Saham Samsung Tertekan di Tengah Negosiasi Bonus Karyawan Kredit Foto: Samsung
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perselisihan antara manajemen dan karyawan divisi memori Samsung Electronics masih berlanjut setelah aksi mogok kerja yang berlangsung sejak April 2026. Negosiasi antara perusahaan dan serikat pekerja dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan terkait tuntutan bonus dan kenaikan upah di tengah kenaikan harga memori global.

        Berdasarkan laporan WCCF Tech, manajemen Samsung disebut telah menyetujui sebagian tuntutan pekerja, termasuk pemberian bonus sebesar 10% dari laba operasional serta penyusunan skema pengaturan bonus untuk jangka waktu tiga tahun ke depan.

        Sebelumnya, aksi unjuk rasa dilakukan karyawan di Pyeongtaek, Korea Selatan, dengan tuntutan bonus lebih besar. Serikat pekerja meminta bonus sebesar 15% dari laba operasional bisnis semikonduktor, kenaikan upah tahunan, serta penghapusan batasan bonus.

        Serikat pekerja menilai skema bonus Samsung masih berada di bawah pesaingnya, SK hynix. Dalam proses negosiasi sebelumnya, manajemen Samsung disebut sempat menawarkan bonus mendekati 13%, namun belum bersedia menetapkannya sebagai kebijakan permanen.

        Di sisi lain, perusahaan sebelumnya juga menawarkan bonus sebesar 10% serta kenaikan gaji 6,2%.

        Meski negosiasi menunjukkan perkembangan, sebagian anggota serikat pekerja masih menilai proposal manajemen belum sepenuhnya memenuhi tuntutan utama. Serikat pekerja dilaporkan tetap membuka kemungkinan melanjutkan aksi mogok kerja apabila belum tercapai kesepakatan final.

        Berdasarkan laporan tersebut, bonus sebesar 10% dari laba operasional Samsung diperkirakan setara sekitar 35 triliun won Korea Selatan. Nilai tersebut disebut lebih besar dibanding bonus sekitar 20 triliun won yang sebelumnya dibayarkan SK hynix kepada pekerjanya.

        Baca Juga: Dua Lipa Gugat Samsung Rp261 Miliar Buntut Penggunaan Foto Tanpa Izin

        Baca Juga: Mogok Kerja Buruh Samsung Jadi Sorotan, Ekonomi Korea Selatan Terancam

        Karyawan Samsung juga mendorong agar sistem bonus diterapkan secara permanen sehingga seluruh unit bisnis memiliki skema pembayaran yang seragam dan tidak memerlukan negosiasi ulang di masa mendatang.

        Perkembangan negosiasi tersebut turut memengaruhi sentimen pasar. Sejumlah perusahaan sekuritas dilaporkan menurunkan target harga saham Samsung pada 7 Mei 2026 karena mempertimbangkan potensi dampak pembayaran bonus terhadap laba operasional perusahaan.

        Sementara itu, estimasi yang dikutip Financial Times menyebut aksi mogok penuh selama periode yang direncanakan berpotensi menimbulkan kerugian langsung bagi Samsung hingga US$11,7 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: