Kredit Foto: Samsung
Aksi mogok puluhan ribu pekerja Samsung Electronics mulai berdampak serius pada lini produksi chip perusahaan, terutama di kompleks semikonduktor Pyeongtaek, Korea Selatan, yang menjadi salah satu pusat produksi utama.
Mengutip Sam Mobile pada Senin (27/4), Samsung mengalami penurunan signifikan pada output semikonduktor selama aksi berlangsung. Produksi chip foundry dilaporkan turun hingga 58%, sementara chip memori merosot 18% hanya dalam satu siklus shift malam.
Gangguan ini terjadi setelah lebih dari 40.000 pekerja melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap tuntutan kenaikan upah.
Ribuan anggota serikat memilih absen dari shift malam, yang berlangsung dari pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat.
Padahal, fasilitas produksi semikonduktor Samsung beroperasi 24 jam penuh dalam tiga shift. Artinya, kehilangan produksi dalam satu shift saja sudah berdampak besar, terlebih di tengah lonjakan permintaan chip global yang masih tinggi.
Aksi ini juga menyoroti ketegangan antara kinerja keuangan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.
Baca Juga: Lawan Penipuan Telepon, Samsung Siapkan Fitur AI 'On-Device' untuk Lebih Banyak Galaxy
Samsung diketahui baru saja mencatat kinerja kuartal yang kuat dengan keuntungan mencapai miliaran dolar.
Namun, serikat pekerja menilai pembagian keuntungan belum mencerminkan kontribusi mereka.
Sejumlah tuntutan diajukan, mulai dari penghapusan batas bonus berbasis kinerja hingga permintaan alokasi sekitar 15% dari laba operasional perusahaan sebagai bonus bagi pekerja yang tergabung dalam serikat.
Hingga kini, negosiasi antara manajemen dan serikat masih berlangsung. Namun, belum ada kesepakatan yang dicapai, sementara dampak aksi mogok terhadap produksi chip terus menjadi perhatian di tengah persaingan industri semikonduktor global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: