Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mogok Kerja Buruh Samsung Jadi Sorotan, Ekonomi Korea Selatan Terancam

Mogok Kerja Buruh Samsung Jadi Sorotan, Ekonomi Korea Selatan Terancam Kredit Foto: Reuters/Kim Hong-Ji
Warta Ekonomi, Jakarta -

Samsung Electronics mendesak serikat pekerja untuk segera menyelesaikan sengketa upah melalui dialog, di tengah ancaman aksi mogok yang berpotensi mengganggu produksi chip dan memukul ekonomi dari Korea Selatan.

Ketua Dewan Samsung Electronics, Shin Je-yoon memperingatkan bahwa gangguan produksi dapat berdampak luas, mulai dari hilangnya pelanggan hingga penurunan daya saing perusahaan.

Baca Juga: Tarik Antusiasme 46 Ribu Partisipasipan, 'Gebyar Ramadan' Bingxue Bagikan Hadiah iPhone 17 dan Samsung A26

“Saya khawatir kita bisa kehilangan kepemimpinan pasar di tengah pelanggan yang beralih dan menurunnya daya saing,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa gangguan pada perusahaan dapat memicu arus keluar modal, penurunan penerimaan pajak, hingga melemahnya nilai tukar won. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana perusahaan tersebut merupakan kontributor terbesar pendapatan di Korea Selatan,

“Sudah saatnya menyelesaikan masalah ini melalui dialog yang tulus,” kata Shin.

Sebelumnya, Serikat Pekerja Samsung mengancam aksi industri untuk menuntut peningkatan bonus. Ketegangan memuncak setelah puluhan ribu pekerja menggelar aksi unjuk rasa di Seoul.

Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 40.000 orang, menjadikannya demonstrasi terbesar dalam sejarah dari Samsung. Aksi ini menandai perubahan signifikan di perusahaan yang selama ini dikenal memiliki sikap keras terhadap serikat pekerja, namun mulai menghadapi aksi mogok sejak 2024.

Serikat pekerja menyatakan akan melanjutkan aksi mogok selama 18 hari mulai 21 Mei jika tuntutan tidak dipenuhi. Langkah ini berpotensi mengganggu pengiriman produk, meningkatkan harga chip, dan memberikan keuntungan bagi pesaing global.

Gangguan produksi juga dinilai berisiko terhadap rantai pasok industri teknologi global, terutama di tengah meningkatnya permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Kebiasaan Baru Orang Korea, Tren Beli Mobil Listrik Tesla via Online Melejit 100 Persen Lebih

Situasi ini menjadi ujian besar bagi Samsung dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri semikonduktor dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar