Rakhmad Tunggal Afifudin Transformasikan Finnet Jadi Penggerak Inklusi Finansial PMI
Kredit Foto: Istimewa
Disrupsi digital kerap memaksa perusahaan teknologi keuangan berlari cepat mengejar inovasi. Namun bagi Rakhmad Tunggal Afifudin, laju teknologi justru harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, PT Finnet Indonesia tidak hanya memperkuat posisi sebagai payment gateway nasional, tetapi juga memperluas peran sosial melalui ekosistem pembayaran yang inklusif.
Disrupsi dibaca sebagai momentum untuk membuka akses finansial bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan dari layanan keuangan formal. Pendekatan ini mengantarkan Rakhmad meraih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 The Most Innovation dari The Iconomics.
Penghargaan tersebut menilai kepemimpinan yang adaptif, berbasis data, dan mampu membangun ketahanan perusahaan di tengah dinamika ekonomi digital. Sebagai bagian dari TelkomGroup, Finnet memegang mandat memperluas inklusi keuangan nasional.
Fokus ini diterjemahkan Rakhmad dengan menyasar Pekerja Migran Indonesia, kelompok yang menyumbang devisa besar namun kerap menghadapi prosedur rumit dan biaya tinggi saat mengirim uang ke keluarga di tanah air.
Data Bank Indonesia menunjukkan remitansi PMI pada 2025 mencapai Rp288 triliun, naik 14% dibanding tahun sebelumnya. Angka besar ini berbanding terbalik dengan kemudahan akses layanan keuangan yang mereka terima.
Melihat celah tersebut, Finnet mengembangkan dompet digital PMI melalui Maripay yang terintegrasi dalam Finpay. Ekosistem ini telah terhubung dengan perusahaan remitansi di tujuh negara, 122 biller, 90 bank, lebih dari 100 ribu outlet, serta ratusan merchant online.
“Finnet terus mengembangkan ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan inklusif untuk mempermudah Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya dalam mengakses layanan keuangan secara aman dan efisien,” kata Rakhmad.
Langkah inklusi ini diperkuat lewat kemitraan Finnet dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Integrasi infrastruktur pembayaran digital ke layanan kementerian bertujuan membuat proses remitansi lebih aman, transparan, dan efisien.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa strategi bisnis Finnet tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan agenda nasional perlindungan pekerja migran.
Melalui Finpay sebagai umbrella brand, Finnet kini melayani sektor perbankan, telekomunikasi, properti, pariwisata, transportasi, ecommerce, hingga layanan pemerintahan seperti imigrasi, perpajakan, dan haji.
Di tengah ekspansi tersebut, Rakhmad tetap menempatkan dampak sosial sebagai pilar strategi. Kerja sama dengan Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera (MIMS) membuka akses payment gateway, transfer dana, uang elektronik co-branding, hingga PPOB untuk mendukung kemandirian finansial PMI.
Program TJSL berbasis ESG juga dijalankan lewat penanaman mangrove, pelepasan tukik, reboisasi hutan di Bandung, dan bantuan kemanusiaan saat bencana. “Finnet percaya bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegas Rakhmad.
Baca Juga: Target Fintech 8% Masih Realistis, Tapi Ada 'Bom Waktu' di Baliknya
Baca Juga: Permintaan Tinggi, Fintech Tetap Diburu Masyarakat Meski Ada Polemik Penagihan
Sebagai perusahaan fintech, inovasi Finnet tidak berhenti pada ekspansi layanan. Penguatan Fraud Detection System (FDS) berbasis AI, real-time monitoring, dan FinpayCare 24/7 menjadi fondasi keamanan transaksi, terutama saat lonjakan Ramadan–Idulfitri.
Konsistensi pada Good Corporate Governance mengantarkan Finnet meraih predikat Trusted Company dalam ajang CGPI oleh SWA dan IICG, serta berbagai penghargaan lain di bidang digital, human capital, dan CSR.
Bagi Rakhmad, disrupsi tidak cukup dijawab dengan teknologi. Ia harus diterjemahkan menjadi solusi yang membuat layanan keuangan lebih dekat, lebih mudah, dan lebih aman bagi masyarakat, terutama mereka yang selama ini berada di pinggiran sistem.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: