Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perluas Program SMK Go Global, Pemerintah Targetkan 500 ribu Lulusan dari Daerah Tertinggal

        Perluas Program SMK Go Global, Pemerintah Targetkan 500 ribu Lulusan dari Daerah Tertinggal Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan program SMK Go Global terus diperluas untuk membuka peluang kerja internasional bagi lulusan sekolah vokasi, khususnya dari keluarga miskin dan daerah tertinggal.

        Menurut dia, jumlah peserta program yang diberangkatkan ke luar negeri terus bertambah melalui pendampingan, pelatihan, hingga bantuan penempatan kerja.

        “SMK Go Global terus setiap hari bertambah jumlah yang berangkat, dengan pendampingan, bantuan, pelatihan, dan target-target terutama lulusan SMK di Desil 1. Desil 1 yang paling daerah-daerah paling miskin,” ujar Muhaimin di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).

        Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan sebanyak 500 ribu lulusan mengikuti program tersebut hingga 2029. Adapun untuk tahun ini, pemerintah menargetkan sekitar 70 ribu hingga 80 ribu lulusan dapat diberangkatkan.

        “Kita berusaha paling tidak, ya minimal 70-80 ribu (diberangkatkan ke luar negeri),” katanya.

        Baca Juga: Hadir di Istana, Muhaimin Iskandar Lapor Soal KUR dan Produktivitas UMKM

        Muhaimin juga menyebut kerja sama penempatan tenaga kerja lulusan SMK telah dilakukan dengan sejumlah negara, mulai dari Jepang, Korea Selatan, kawasan Eropa, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah.

        “Eropa, Amerika, Korea, Timur Tengah, Jepang, Eropa, ada Eropa Barat, Eropa Timur,” ujarnya.

        Program SMK Go Global pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat membuka Lokakarya SMK Go Global di Pullman Bandung Grand Central, Kota Bandung, pada 1 Desember 2025. Saat itu, Muhaimin menargetkan hingga 1 juta lulusan SMK siap bekerja di luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.

        Program tersebut difokuskan pada penyiapan lulusan SMK melalui penguatan kompetensi, pelatihan bahasa, penyesuaian kurikulum vokasi, serta kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak untuk membuka akses kerja internasional. Jepang menjadi salah satu negara tujuan utama dengan kebutuhan tenaga kerja pada 17 bidang keahlian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: