Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Muak! Trump Tak Pedulikan Lagi Soal Negosiasi: Kalau Iran Selesai, Ya Sudah

Muak! Trump Tak Pedulikan Lagi Soal Negosiasi: Kalau Iran Selesai, Ya Sudah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah perang yang masih berlangsung dan negosiasi yang belum menemukan titik terang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang memicu perhatian publik.

Setelah berhari-hari melakukan pembicaraan tidak langsung dengan Iran melalui pihak perantara, Trump mengaku mulai kehilangan minat terhadap proses yang sedang berjalan.

Pernyataan tersebut menanggapi laporan bahwa Iran mempertimbangkan untuk menghentikan perundingan setelah merasa kecewa terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon serta konflik tingkat rendah yang melibatkan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Iran meninggalkan meja perundingan, Trump pada Senin (1/6) memberikan respons yang cukup mengejutkan.

“Saya benar-benar tidak peduli. Saya sama sekali tidak peduli. Jika mereka sudah selesai, ya sudah selesai," katanya kepada CNBC.

Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru. Sejumlah pengamat menilai ada alasan kuat untuk meragukan bahwa Trump benar-benar tidak peduli terhadap nasib negosiasi tersebut.

Baca Juga: Harapan Damai Goyah, Iran Sebut AS Tak Bisa Dipercaya: Kesepakatan Apapun akan Ditolak

Salah satu faktornya adalah dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat Amerika Serikat. Harga bahan bakar dilaporkan terus meningkat sejak konflik pecah. Bahkan, seorang pejabat senior Exxon-Mobil disebut memperkirakan harga bensin masih berpotensi naik lebih tinggi apabila situasi terus memburuk.

Selain itu, Partai Republik juga dikabarkan mulai mencermati sentimen publik terkait perang dengan Iran. Konflik tersebut disebut tidak terlalu populer di kalangan sebagian pemilih konservatif yang menjadi basis dukungan Trump.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump memang beberapa kali menunjukkan sikap serupa terhadap isu-isu besar lainnya. Ia sempat menyatakan ketidakpedulian terhadap sejumlah persoalan yang sebenarnya memiliki konsekuensi politik cukup besar, termasuk terkait pemilu paruh waktu dan kondisi ekonomi masyarakat Amerika.

Meski demikian, sikap Trump terhadap Iran dinilai cukup kontras dibandingkan pernyataan-pernyataannya sebelumnya.

Dalam beberapa kesempatan, ia sempat mengancam Iran dengan tindakan keras, lalu menyebut bahwa Teheran telah menyetujui syarat-syarat yang diajukan Amerika Serikat. Tak lama kemudian, ia justru mengungkapkan kekecewaan karena kesepakatan tersebut belum benar-benar tercapai.

Yang membuat situasi semakin menarik, hanya beberapa jam sebelum menyebut konflik tersebut membosankan, Trump masih menuliskan pernyataan berbeda di media sosial.

Ia mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran masih terus berlangsung dan bergerak cepat. Laporan yang beredar juga menyebutkan bahwa pada Jumat lalu Trump justru memperketat sejumlah syarat dalam rancangan kesepakatan awal dengan Iran. 

Langkah tersebut berkaitan dengan kekhawatiran mengenai pengembalian dana Iran yang selama ini dibekukan, serta persoalan siapa yang akan bertanggung jawab menangani uranium Iran yang telah diperkaya dalam jumlah besar.

Baca Juga: Damai Tinggal Mimpi? AS-Iran Kembali Saling Gempur, Timur Tengah Panas!

Meski terlihat sebagai detail teknis, isu-isu tersebut menjadi bagian penting dalam proses negosiasi yang lebih luas dan dapat menentukan arah hubungan kedua negara ke depan.

Sementara itu, konflik yang semula diprediksi Trump akan segera berakhir ternyata masih jauh dari kata selesai. Pada Maret lalu, ia dengan optimistis memperkirakan perang tersebut dapat diselesaikan hanya dalam hitungan beberapa minggu.

Namun hingga kini, perang masih berlangsung, negosiasi belum mencapai kesepakatan final, dan pernyataan terbaru Trump justru menambah daftar panjang dinamika yang mewarnai hubungan panas antara Amerika Serikat dan Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: