Kredit Foto: Unsplash/ Muhammad Daudy
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian publik setelah sempat berada di level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut memicu gelombang komentar netizen yang menyoroti lemahnya posisi rupiah dibanding sejumlah mata uang dunia.
Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), rupiah tercatat menguat tipis 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.515 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.529 per dolar AS.
Baca Juga: Cuitan Lama Prabowo Viral Lagi Usai Rupiah Kembali Tembus Rp17.500/Dolar
Meski demikian, posisi rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp17 ribuan dinilai mencerminkan tekanan besar terhadap mata uang Garuda.
Di media sosial, sejumlah netizen mulai membandingkan nilai tukar rupiah dengan mata uang negara lain, termasuk negara-negara berkembang dan negara miskin di Afrika.
Akun X @meddyDLuffy bahkan menyebut rupiah kini menjadi salah satu mata uang terlemah di dunia. Terbaru 1 Shiling Somalia menguat dan sudah sama dengan Rp30,76.
“Cuma mau ngingetin kalau Rupiah itu sekarang jd mata uang paling lemah no.5 di dunia dan akhirat versi Forbes. Nilai tukar uang kesayangan kita ke Dolar bahkan lebih lemah dari negara-negara di Afrika dengan ekonomi paling lemah kaya Somalia, Kongo, Sudan dll,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian ramai mendapat respons dari netizen lain yang ikut menyoroti kondisi nilai tukar rupiah saat ini.
“Bahkan sama Burundi yg jadi salah satu negara termiskin aja, masih lebih tinggi nilai Burundi Franc,” balas salah satu netizen.
Netizen lain mengaku kekhawatiran masyarakat kini bukan hanya soal angka kurs rupiah, tetapi dampaknya terhadap biaya hidup sehari-hari.
“Yang bikin rakyat panik tuh bukan cuma angka kursnya, tapi takut harga hidup ikut makin gak masuk akal,” tulis netizen lainnya.
Sementara itu, komentar bernada pesimistis juga bermunculan di media sosial.
“Apa yang bisa dilakukan sebagai WNI selain nangis di pojokkan?” cuit salah satu pengguna X.
“Jadi setara dengan mata uang negara miskin lainnya yaaaa,” timpal netizen lain.
Sebelumnya, pelemahan rupiah juga membuat warganet kembali mengungkit cuitan lama Presiden Prabowo Subianto pada 2013 silam terkait kondisi rupiah yang melemah terhadap dolar AS.
Saat itu, Prabowo menyebut pelemahan rupiah sebagai bukti ekonomi bangsa salah urus.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Efek Netizen Ramai Nabung Valas: Selamatkan Diri Sendiri Dulu
“Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus,” tulis Prabowo dalam unggahan lamanya di media sosial X pada Desember 2013.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: