Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Terlemah di Asia

Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Terlemah di Asia Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (2/6/2026). 

Berdasarkan data bloomberg hingga pukul 09.32 WIB, rupiah berada di level Rp17.882,50 per dolar AS, melemah 77,5 poin atau 0,44% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada awal perdagangan hari ini. Di saat rupiah tertekan, mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia dengan kenaikan 0,20% terhadap dolar AS. Yen Jepang juga menguat 0,02%, sementara dolar Hong Kong mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01%.

Tidak hanya di Asia, sejumlah mata uang utama di kawasan Eropa turut menunjukkan penguatan terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Euro naik 0,03% terhadap dolar AS, sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,01%.

Baca Juga: Pengamat: Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan, Ruang Digital Bentuk Persepsi Publik

Baca Juga: Usai Nyaris Sentuh Rp18.000, Menkeu Purbaya Bawa Kabar Baik soal Rupiah

Di sisi lain, franc Swiss menjadi salah satu mata uang yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS dengan penurunan 0,01%.

Sementara dari kawasan Oseania, dolar Australia menguat 0,03% terhadap dolar AS, sejalan dengan tren penguatan yang terjadi pada mayoritas mata uang utama dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra