Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Sebut Venezuela ‘Negara Bagian ke-51’, Caracas Langsung Melawan

        Trump Sebut Venezuela ‘Negara Bagian ke-51’, Caracas Langsung Melawan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Venezuela langsung bereaksi keras terhadap wacana yang dianggap mengancam kedaulatan negaranya. Pemerintah di Caracas menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah tunduk pada tekanan asing, apalagi sampai menjadi bagian dari negara lain.

        “Venezuela bukan koloni, tetapi negara merdeka,” tegas Pelaksana tugas (Plt) Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez saat berbicara di Mahkamah Internasional di Den Haag.

        “Kami akan terus membela integritas, kedaulatan, kemerdekaan, dan sejarah kami.” Ia menambahkan.

        Pernyataan keras tersebut muncul setelah langkah provokatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengunggah grafik peta Venezuela dengan bendera AS dan label “Negara Bagian ke-51”. Unggahan itu dipublikasikan melalui platform Truth Social dan langsung memicu sorotan luas karena dinilai menyiratkan ambisi ekspansi politik.

        Kontroversi semakin memanas karena pernyataan tersebut bukan yang pertama kali dilontarkan Trump. Sehari sebelumnya, ia bahkan sempat menyebut tengah mempertimbangkan kemungkinan menjadikan Venezuela sebagai bagian dari Amerika Serikat, meski tanpa penjelasan rinci mengenai konteksnya.

        Di sisi lain, isu ini tak bisa dilepaskan dari posisi strategis Venezuela sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Kekayaan sumber daya tersebut membuat negara Amerika Selatan itu menjadi pusat tarik-menarik kepentingan global, terutama bagi negara-negara besar seperti AS.

        Situasi semakin kompleks setelah perubahan kekuasaan di Venezuela yang membuka kembali sektor minyak dan pertambangan bagi investor asing, termasuk perusahaan asal Amerika. Langkah ini memicu spekulasi bahwa kepentingan ekonomi, terutama energi menjadi faktor penting di balik meningkatnya perhatian Washington terhadap Caracas.

        Selain itu, sengketa wilayah Essequibo yang kaya minyak antara Venezuela dan Guyana juga ikut memperkeruh keadaan. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut memperlihatkan bahwa perebutan sumber daya energi masih menjadi isu krusial yang berpotensi memicu konflik lebih luas.

        Baca Juga: Perluas Pangsa Pasar, Perusahaan AI Asal Indonesia Ekspansi ke Amerika Serikat

        Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan resmi dari Gedung Putih terkait maksud unggahan Trump tersebut. Pihak pemerintah AS juga belum memberikan penjelasan apakah pernyataan itu merupakan kebijakan serius atau sekadar retorika politik.

        Namun satu hal yang pasti, reaksi keras Venezuela menunjukkan bahwa isu kedaulatan tetap menjadi garis merah yang tidak bisa ditawar. Di tengah dinamika global yang semakin panas, pernyataan dan simbol seperti ini berpotensi memicu ketegangan baru dalam hubungan internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: