Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Panji Manusia Milenium Minta Gubenur BI Mundur Usai Rupiah Terjun ke Level Terendah!

        Panji Manusia Milenium Minta Gubenur BI Mundur Usai Rupiah Terjun ke Level Terendah! Kredit Foto: Tangkapan Layar Youtube TVR PARLEMEN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.700 per dolar AS pada Senin (18/5/2026). Kondisi ini langsung memicu kritik keras terhadap kinerja Bank Indonesia dan memunculkan desakan mundur kepada pimpinan bank sentral.

        Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Primus Yustisio, secara terbuka meminta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan jajaran Bank Indonesia di Jakarta, Senin (18/5/2026).

        “Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Mungkin sudah saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah, selanjutnya terserah Bapak tentu saja,” kata Primus yang pernah menjadi bintang sinetron Panji Manusia Milenium pada medio 2000-an.

        Menurut Primus, pelemahan rupiah yang terus berlanjut menunjukkan adanya masalah serius dalam pengelolaan stabilitas moneter. Ia menilai kondisi ini juga berdampak langsung terhadap kepercayaan investor terhadap otoritas bank sentral.

        “Bank Indonesia sudah mengesampingkan kredibilitasnya dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya harus gentlemen, harus berani melawan, ada apa ini, kenapa ini,” ujar dia.

        Ia juga menyoroti fenomena yang dinilainya sebagai anomali ekonomi nasional. Di satu sisi, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,61 persen secara tahunan, namun di sisi lain nilai tukar rupiah justru melemah tajam.

        “Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar AS,” kata dia.

        Primus menambahkan, tekanan terhadap rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang negara lain. Hal ini dinilai menjadi sinyal bahwa pasar global mulai mempertanyakan kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

        Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Rasa Aman Menjadi Barang Mahal

        “Ini yang menurut saya harus tajam dipertanyakan, di pertemuan terakhir saya pertanyakan (rupiah) di Rp16.800 (per US$) kenapa rupiah kita ini lemah. Kalau dibandingkan, dan ironisnya, (melemah) terhadap semua mata uang,” ujar dia.

        Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan Bank Indonesia tidak bisa lagi bersikap pasif dalam merespons tekanan pasar. Menurutnya, langkah tegas dan tanggung jawab kepemimpinan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik dan investor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: